Kabargolkar.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) pada Jumat (20/08) meninjau Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang saat ini 6 dari 13 Kabupaten/ Kota di wilayahnya harus menerapkan PPKM Level 4. Pada kesempatan itu, Menko Airlangga meninjau secara langsung pelaksanaan vaksinasi di Gelanggang Olahraga (GOR) Hasanuddin yang berlokasi di Kota Banjarmasin sekaligus menyerahkan bantuan berupa paket sembako bagi warga yang melakukan vaksinasi. Penyelenggaraan vaksinasi yang ditargetkan 1.000 dosis vaksin Covid-19 per hari tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi antara Polda Kalsel dan Pemda Kalsel. Baca Juga: Airlangga Hartarto Menyampaikan Kabar Gembira soal Kartu Prakerja “Jadi kami ke sini untuk melihat secara langsung situasi pandemi dan penanganan Covid-19 di Kalimantan Selatan. Karena Kalsel adalah salah satu yang tertinggi (kasus aktif) dan paling banyak kabupaten/ Kota PPKM Level 4 di Kalimantan. Dari peninjauan hari ini, kita melihat sendiri tingginya antusiasme masyarakat mengikuti vaksinasi ini, sehingga perlu dijaga ketersediaan suplai Vaksin," ujar Airlangga dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (20/8). "Pemerintah akan mendapatkan vaksin selama bulan Agustus ini sebanyak 72 juta dosis, dan harapannya untuk Kalimantan Selatan ini akan segera ditambahkan,” imbuhnya. Selanjutnya Airlangga melakukan peninjauan langsung ke Perumahan Citra Garden City, yang bertempat di Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru. Baca Juga: Ada Airlangga Hartarto di Foto Profil Gibran, Pengamat: Maknanya Bisa Beragam Mgid Mgid Jam Tangan Replika Rolex Diskon hingga 90%.Hanya 3 Hari Pembukaan Segera! Bosan Botak? Rambut Tumbuh dalam 8 Menit! Baca di Sini Ternyata, Inilah Pembersih Pembuluh Darah Terampuh di Indonesia! Diabetes hilang selamanya! Lakukan ini sebelum tidur Di perumahan ini terdapat 289 jiwa yang terdiri dari 133 Kepala Keluarga (KK), di mana beberapa waktu lalu 46 warganya terkena Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri (isoman) yang dilaksanakan secara terpusat, dan saat ini tinggal 4 orang yang melakukan isolasi. Keberhasilan pengendalian laju kasus Covid-19 ini, tidak lepas dari adanya penyediaan sebuah rumah yang khusus dijadikan sebagai tempat isolasi (fasilitas isolasi terpusat) bagi warga yang terkena Covid-19, sehingga penyebaran kasus aktif dapat ditekan dan perawatan dapat dilakukan secara lebih memadai.(Jpnn.com).