Hal sama juga terjadi di Inggris, di mana kasus aktif COVID-19 mencapai 59 ribu pada 8 September namun tingkat kematian hanya 0, 2 persen. Menurut Airlangga, ini yang harus diperhatikan dan dipelajari oleh Indonesia dari negara itu.
"Mengapa tingkat kasus aktif naik, namun tingkat kematian bisa rendah? Jawabannya hanya satu, vaksinasi," ungkapnya.
Hal ini, kata dia, sebagaimana yang diarahkan oleh Presiden Joko Widodo. Untuk menekan kasus kematian dan mengubah pandemi COVID-19 menjadi endemi, kuncinya adalah peningkatan vaksinasi.
Ia menekankan, penting bagi pemerintah pusat untuk mengingatkan daerah agar tidak lengah dalam penanganan pandemi ini. Sebagai contoh, negara yang sudah divaksin lebih dari 60 persen seperti AS, Inggris, dan Israel, nyatanya masih terdapat kenaikan kasus aktifnya naik lagi.
Airlangga berharap vaksinasi di Sumut yang masih sebanyak 23 persen dapat meningkatkan penangan COVID-19 melalui disiplin protokol kesehatan.
"Kalau dikasih kendor, pasti kasusnya akan meledak lagi," ujarnya.
Menko Perekonomian ini menyatakan, tingginya kasus positif COVID-19 di Sumut dikarenakan tingkat vaksinasi yang baru 23%, padahal nasional sudah 32%. Sehingga Sumut harus terus mendorong vaksinasi agar semakin tinggi, atau melebihi nasional. (detik.com)