Kabargolkar.com -
Komisi I DPR-RI yang membidangi Pertahanan, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika, Intelijen bereaksi atas meledaknya gudang amunisi milik Yonarmed 07/155 GS Kodam Jaya TNI AD di wilayah Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, perbatasan antara Kabupaten Bogor dan Bekasi, Jawa Barat, pada hari Sabtu (30/3/2024). Meutya Hafid, Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Komisi I DPR-RI menyampaikan rasa prihatinnya atas insiden ledakan yang terjadi
Ia menyampaikan bahwa insiden tersebut menyebabkan gangguan terhadap keamanan dan keselamatan warga sekitar seraya berharap agar TNI dapat menyiapkan standar penanganan pemeliharaan dan perawatan alutsista yang lebih baik untuk mencegah terjadinya insiden serupa di kemudian hari.
Ada beberapa poin penting yang menjadi catatannya, sebagai berikut :
A. TNI AD perlu menyiapkan standar penanganan pengamanan pemeliharaan dan perawatan alutsista, terutama yang lokasi penyimpanannya berada di daerah padat penduduk seperti yang terjadi di Bekasi kemarin.
B. TNI AD harus proaktif mendata kerugian masyarakat terkait kerusakan rumah warga yang terdampak akibat kebakaran gudang amunisi Yonarmed milik Kodam Jaya.
C. TNI AD harus bertanggung jawab mengganti kerugian jika ada kerugian di masyarakat akibat kejadian kebakaran itu.
D. TNI AD diharapkan dapat memperbaiki hal ini di masa mendatang, sekaligus melaksanakan petunjuk teknis mengenai pemeliharaan dan perawatan amunisi di lingkungan TNI secara lebih ketat.
E. Penanganan insiden ini dilakukan secara cepat dan tepat guna menghindari kerusakan lebih banyak terhadap fasilitas TNI maupun warga sekitar.