Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto
Kondisi perekonomian Provinsi Sumatera Utara, berdasarkan data BPS laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Utara pada Kuartal II-2021 yakni 4,95% (YoY). Dari sisi Lapangan Usaha, share tertinggi adalah sektor Pertanian (21,33 persen), diikuti Industri (19,3 persen) dan Perdagangan (6,9 persen). Adapun pertumbuhan tertinggi dicatat oleh Sektor Jasa Keuangan (7,87 persen), sedangkan yang terendah adalah Jasa Kesehatan (0,5 persen).
Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicatatkan komponen Impor (24,10 persen) dan Ekspor (18,89 persen). Konsumsi Rumah Tangga yang merupakan komponen dengan share terbesar (51,44 persen) tumbuh di angka 5,14 persen.
Perkembangan inflasi di Provinsi Sumatera Utara selama 3 tahun terakhir selalu terjaga di kisaran sasaran. Namun, di masa pandemi tingkat inflasi tersebut mengalami tren penurunan sejalan dengan tingkat permintaan yang relatif belum kuat. Pada Agustus 2021, Provinsi Sumatera Utara mengalami deflasi sebesar -0,08 persen (mtm) yang terdorong dari komponen makanan minuman dan tembakau, utamanya karena deflasi pada komoditas hortikultura yang mulai memasuki masa panen.
“Dengan keberhasilannya menjaga inflasi daerah, Provinsi Sumatera Utara menjadi peraih penghargaan sebagai Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Terbaik untuk Wilayah Sumatera,” pungkas Menko Airlangga.
Turut hadir dalam rangkaian agenda kunjungan tersebut Menteri Keuangan, Kepala BPKP, Kepala Bareskrim POLRI, Gubernur dan Wakil Gubernur serta Forkompimda Sumatera Utara, Ketua Komisi I dan Ketua Komisi II DPR RI, Juru Bicara Satgas Covid-19, Wali Kota Medan, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Pimpinan Instansi vertikal yang ada di Sumatera Utara. (liputan6.com)