Tahun 2004 diudang Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat untuk mengikuti Program Dialogue Project and Exchange Program For Islamic Leaders difasilitasi oleh Ohio University, USA, pada bulan September-Oktober.
Program ini merupakan dialog dan tukar pikiran belajar tentang Islam dan Amerika Serikat di beberapa kota utama, yaitu Chicago, New York, Washington DC, Ohio dan Pensylvania.
Pada tahun 2007, Ace memenuhi undangan Kementerian Luar Negeri Jepang untuk mengikuti Exchange Program of Young Politician Partai GOLKAR dilaksanakan pada 7-27 februari 2007.
Program tersebut merupakan bagian dari kerjasama Partai GOLKAR dengan Partai Liberal Jepang dengan melakukan dialog dengan politisi muda Jepang, serta berbagi pengalaman tentang sistem sosial, politik, ekonomi dan budaya Jepang.
Tahun 2008, diundang Konrad Adenaeur Stiftung (KAS) untuk mengikuti Program of Youth Politician of Golkar Party to Germany. Program ini merupakan Program dialog politisi muda Partai GOLKAR untuk mempelajari tentang sistem sosial politik ekonomi di Jerman.
Awal mula aktif sebagai aktivis Partai GOLKAR, Ace terlibat aktif sebagai Anggota Pokja Hubungan Luar Negeri di bawah koordinasi Ketua bidang Hubungan Luar Negeri, Agus Gumiwang Kartasasmita.
Tahun 2007 masuk dalam jajaran kepengurusan DPP Partai GOLKAR sebagai Departemen Keagamaan di bawah kepemimpinan Ketua Umum Jusuf Kalla yang juga Wakil Presiden RI.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Aburizal Bakrie (2009-2014), Ace tercatat menjadi Pengurus DPP Partai GOLKAR pada Departemen Kerjasama dengan ORMAS. Tahun 2012 terjadi revitalisasi dalam kepengurusan Partai GOLKAR dan Ace dipromosikan menjadi Wakil Sekretaris Jenderal.
Selain itu, Ace juga bekerja sebagai Staff khusus Anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang Pembangunan dan Otonomi Daerah, Prof Ginandjar Kartasasmita, di era Presiden SBY-Boediono. Saat Ace bekerja membantu Prof Ginandjar, dia berhasil menyelesaikan Program S3 bidang Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Padjadjaran, Bandung.
Kepada Pak Ginandjar, Ace banyak belajar tentang pemerintahan, politik dan kepemimpinan. Menjadi Asisten Beliau untuk mengajar pada beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya, Malang, Universitas Pasundan, Bandung dan Universitas Waseda, Tokyo, Jepang.
Dalam pemilihan presiden 2014, Ace bersama beberapa politisi lainnya, seperti Agus Gumiwang Kartasasmita, Nusron Wahid, Andi Sinulingga dan lainnya, lebih memilih untuk mendukung pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Sementara Partai GOLKAR sendiri mendukung Prabowo-Hatta.
Pilihan mendukung Jokowi-JK tentu didasari karena adanya Pak Jusuf Kalla juga Mantan Ketua Umum DPP Partai GOLKAR. Akibat perbedaan politik ini, kemudian melahirkan dualisme Partai GOLKAR. Ace lebih memilih bergabung dengan DPP Partai GOLKAR, di bawah kepemimpinan HR Agung Laksono hasil Munas Partai GOLKAR di Jakarta, secara resmi mendapatkan SK dari Kementerian Hukum & HAM dan Mahkamah Partai GOLKAR. Dalam kepengurusan tersebut, Ace tercatat sebagai Ketua DPP Partai GOLKAR.
Dualisme Partai GOLKAR berlangsung hampir dua tahun kemudian mendorong beberapa Politisi Muda Partai GOLKAR membentuk Gerakan Muda Partai GOLKAR (GMPG) untuk berperan aktif menyelesaikan konflik tersebut.
Ace bersama beberapa anak muda Partai GOLKAR aktif menggalang pertemuan dengan berbagai Senior Partai GOLKAR untuk mencari solusi rekonsiliasi Partai GOLKAR.
Upaya rekonsiliasi tersebut akhirnya menemukan solusi. Maka digelarlah Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB) di Bali pada tahun 2016 dengan menghasilkan kepengurusan di bawah kepemimpinan Ketua Umum Setya Novanto, yang meneguhkan dukungan kepada Pemerintahan Jokowi-JK. Dalam kepengurusan ini, Ace dipercaya menjabat Wakil Sekretaris Jenderal bidang Media dan Penggalangan Opini.
Ace juga sangat aktif mendorong reformasi di tubuh internal Partai Golkar di