[caption id="attachment_9735" align="aligncenter" width="670"]
Jokowi buka puasa bersama relawan GoJo. (©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)[/caption]
kabargolkar.com - Hingga hari ketiga pendaftaran capres dan cawapres di KPU, Bakal Capres incumbent Joko Widodo belum juga mengumumkan pendampingnya untuk Pilpres 2019. Tanggal 10 Agustus, menjadi batas terakhir pendaftaran pasangan di pilpres tahun depan.
Sederet nama telah disebut sebagai calon kuat pendamping Jokowi. Semisal, Mahfud MD, Sri Mulyadi, Moeldoko, Jusuf Kalla (JK), Muhaimin Iskandar dan Airlangga Hartarto.
Partai Golkar sangat berharap, sang ketua umum Airlangga dipilih oleh Jokowi menjadi cawapres. Sebagai garansinya, Golkar akan penuh bergerak memenangkan pasangan Jokowi-Airlangga nantinya.
"Saya akan menjamin mesin politik akan bekerja sangat maksimal saat Pak Airlangga menjadi cawapres," ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPR, Melchias Markus Mekeng kepada wartawan, Selasa (7/8).
Mekeng menekankan, sikap Golkar sudah tak bisa ditawar lagi dalam mendukung Jokowi sebagai capres di Pilpres 2019. Tapi dia berharap, Jokowi bisa menggandeng sang ketua umum.
"Presiden sudah pasti Jokowi, tetapi apabila berbicara soal wakil, tentu kader Golkar sangat menginginkan Pak Airlangga menjadi cawapres," ujar dia lagi.
Sementara itu, Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menilai, mesin politik Golkar tak bisa dianggap remeh. Oleh karena itu, Emrus melihat wajar jika Golkar menyodorkan nama Airlangga jadi Cawapres.
"Ketua umumnya harus disodorkan, ketua umum bisa mengangkat suara partainya. Harus kerja mengubah opini, melakukan kebijakan strategis. Partai Golkar harus fight," kata Emrus.
sumber berita