Kabargolkar.com - Kementerian Perekonomian melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Petani Eptilu (Fresh From Farm) di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Model bisnis Eptilu ini dianggap lebih milenial dalam menjembatani para petani sehingga diharapkan bisa direplikasi di daerah lain seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dipastikan akan mengunjungi Eptilu untuk meninjau langsung program Closed Loop Agribisnis Hortikultura di Eptilu.
"Pak Menko (Airlangga Hartarto) nanti menagendakan rencana ke sin (Eptilu)," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Mohammad Rudy Salahuddin saat hadir di lokasi Eptilu, Jumat, 26 November 2021.
Bupati Garut, Rudy Gunawan juga mengkonfirmasi Menko Airlangga Hartarto akan mengunjungi Garut.
"Iya beliau akan ke sini lagi," kata dia saat dikonfirmasi.
Eptilu merupakan salah satu Agrowisata dan Kebun Edukasi yang sudah berdiri sejak tahun 2016. Eptilu juga mendapat apresiasi dari berbagai kementerian termasuk Kementerian Perekonomian sehingga diharapkan petani dapat menjual hasil lahan ke orang yang tepat.
Deputi Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin menyampaikan Koperasi Eptilu dengan program Closed Loop nantinya bisa direplikasi ke daerah lain.
"Ini kalau bisa direplikasi ke daerah lain luar biasa, jadi petani-petani kita juga akan sejahtera semua dengan sistem yang baik," ucapnya.
Adapun Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan kunjungan Kemenko Perekonomian ke salah satu model Closed Loop di Cikajang Garut, yaitu Eptilu, merupakan kunjungan yang penting.
"Eptilu ini adalah model Close Loop Hortikultura, yang mana nanti ini model nya bagus untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan ini bisa diduplikasi di seluruh daerah," ujarnya.
Ketua Koperasi Eptilu, Rizal Fahreza mengatakan pihaknya terus mendukung inisiasi dari Airlangga Hartarto untuk mensejahterakan petani di Garut.
"Intinya bagaimana model ini (Eptilu) direplikasi di berbagai sektor petani milenial, sehingga program yang dicanangkan itu diimplementasikan," kata Rizal.