Kabargolkar.com - Organisasi sayap Golkar bergerak menyapa akar rumput. Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) menggelar bakti sosial (baksos) serentak untuk balita stunting atau kerdil. Baksos tersebut dilakukan di lima daerah pemilihan (dapil) Kota Surabaya pada Minggu (26/12).
"Ada seribu paket bantuan yang kami berikan dalam baksos kali itu," kata Ketua KPPG Surabaya, Dian Jennie.
Dia menjelaskan pelaksanaan baksos kali itu sekaligus memperingati Hari Ibu. Bagi Dian, peringatan Hari Ibu merupakan momen strategis dalam meningkatkan empati dan kepekaan sosial terhadap masalah yang dihadapi masyarakat.
Dia mengutarakan pandemi COVID-19 membawa dampak sampingan yang sangat luas, termasuk meningkatnya balita stunting di Surabaya. Pemkot Surabaya mendata pada November 2021, angka balita stunting di daerahnya mencapai 5.000 kasus.
Salah satunya pemicunya ialah rendahnya atau menurunnya pendapatan ekonomi masyarakat Surabaya sebagai dampak dari pandemi COVID-19. Sebagai organisasi politik perempuan, KPPG pun turut mengambil peran tentang perkembangan dan kemajuan perempuan dan anak, salah satunya dengan pelaksanaan baksos kali itu.
Dengan begitu keberadaan KPPG tak hanya sebagai organisasi sayap Golkar saja, tetapi juga mampu berdampak optimal bagi kemanusian, kemajuan dan pemajuan masyarakat, perempuan dan anak.
Wali Kota Eri sebelumnya mengatakan angka stunting di Surabaya turun dengan menduduki urutan ke-34 dari 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Capaian itu sangat berbeda dengan sebelumnya. Semula, Surabaya menduduki urutan ketiga se-Jatim.