Sementara itu, kebijakan moneter yang akomodatif menyebabkan perluasan penyaluran kredit dengan rasio kredit macet berada di kisaran 3%.
“Optimisme investor terus dipertahankan, diperlihatkan dengan rating kredit Indonesia yang terjaga, meskipun berada dalam tekanan pandemi selama tahun kemarin. Pemerintah berkomitmen melanjutkan hal ini untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi. Selain itu, koordinasi kebijakan makro ekonomi juga akan terus diperkuat untuk memberi sentimen positif di 2022, sehingga pertumbuhan ekonomi kita diproyeksikan dapat menyentuh angka 5,2% (yoy) di akhir tahun mendatang,” kata Airlangga.(investor.id)