Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Bamsoet : Atas Nama Demokrasi Dan Kebebasan Berpendapat, Gerakan #2019GantiPresiden Tidak Boleh Dipersalahkan
  Kabar Golkar   04 September 2018
[caption id="attachment_10141" align="aligncenter" width="640"] Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo. (Photo/Kompas.id)[/caption] Kabargolkar.com, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo menilai tidak ada yang salah dari kegiatan deklarasi #2019GantiPresiden yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. "Kegiatan deklarasi #2019GantiPresiden tidak salah dan memang tidak boleh dipersalahkan, atas nama demokrasi atau kebebasan berpendapat," kata Bambang dalam pesan singkatnya, Senin (3/9). Selain itu gerakan #2019GantiPresiden yang sudah tersebar luas, menurutnya, tidak boleh dikecam pihak manapun. Namun, Bambang berpendapat jika ada potensi bentrokan antara massa pro dan kontra gerakan #2019GantiPresiden, aparat keamanan wajib hadir untuk mencegah risiko gesekan. "Masing-masing kelompok beserta massa pendukungnya wajib menahan diri. Semua pihak juga harus menghormati aparat keamanan di setiap daerah," katanya. Untuk itu, Bambang meminta kepada Polri, TNI dan BIN agar terus mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk yang diakibatkan oleh manuver politik para politisi. Sebab, kata dia, kondusifitas beberapa kota di Jawa dan sejumlah daerah lain berpotensi terganggu akibat manuver para politisi yang tidak dapat diterima oleh sebagian warga. "Manuver politik oleh siapa pun tidak boleh mengorbankan masyarakat, apalagi mengadudomba kelompok-kelompok masyarakat hanya karena beda pilihan politik," ujarnya. Politisi Golkar ini juga beharap insiden penolakan deklarasi #2019GantiPresiden yang terjadi di Surabaya dan Riau belum lama ini tidak berulang di kota-kota lainnya. "Karena itu, tindakan antisipatif patut diteruskan. Seperti diketahui, dua kelompok massa nyaris bergesekan di Surabaya dan Riau saat menyikapi deklarasi #2019GantiPresiden," katanya. Sebelumnya, aktivis Neno Warisman dan musisi Ahmad Dhani dilarang menghadiri acara Deklarasi #2019GantiPresiden di dua lokasi berbeda. Neno di Pekanbaru, Riau sedangkan Dhani di Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (25/6) lalu. Neno diadang ratusan orang di gerbang Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/8) sore. Sementara Dhani ditolak oleh kelompok masyarakat yang tak setuju dengan kegiatan tersebut setelah mendapat penolakan dari massa anti #2019GantiPresiden. [cni]
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.