"Saya ingin menekankan peran kebijakan biodiesel yang berpengaruh terhadap ekonomi, misalnya untuk memenuhi permintaan dalam negeri, penciptaan lapangan kerja, ekonomi hijau, stabilitas harga minyak sawit, dan pendapatan petani kecil, yang nantinya akan berkontribusi dalam pencapaian United Nations 2030 Sustainable Development Goals," papar Menko Airlangga.
Indonesia tidak akan berhenti hanya sampai kepada B30, tetapi juga mengejar green fuel dapat menggantikan minyak diesel, lalu green gasoline dapat menggantikan gasoline, dan bioavtur dapat menggantikan fossil avtur.
Indonesia percaya, program dan percepatan yang dilakukan saat ini, pada gilirannya akan sejajar dengan apa yang diinginkan masyarakat dunia... Pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan pelestarian alam, dengan menempatkan manusia dan alam sebagai subjek setara.
Ini bukan cita-cita utopia, karena dengan biodisel sebagai langkah pembuka, impian tersebut sebenarnya mulai menemukan bentuknya. (kompasiana.com)