Menurut Edy, pemerintah juga sangat konsisten dalam mengendalikan inflasi, yang dilakukan dari dua sisi yakni kebijakan moneter dan kebijakan fiskal.
Bank Indonesia (BI) yang berwenang dalam kebijakan moneter, sampai saat ini masih mempertahankan suku bunga acuan. Namun BI menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) agar jumlah uang yang beredar tidak terlalu besar sehingga inflasi menjadi terkendali.
Dari sisi fiskal, pemerintah Indonesia berusaha untuk mempertahankan harga pangan dan energi, dengan menambah anggaran subsidi dan kompensasi untuk energi baik BBM, listrik dan LPG.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga konsisten melaksanakan program perlindungan sosial untuk menjaga daya beli kelompok kurang mampu di tengah kecenderungan kenaikan harga barang dan jasa.
Namun pemerintah masih memiliki PR untuk menurunkan angka pengangguran baik melalui pertumbuhan ekonomi atau melaksanakan berbagai pelatihan untuk calon pekerja. (tribunnews.com)