Khalid Zabidi, fungsionaris DPP Partai Golkar[/caption]
kabargolkar.com - Ketegangan di tahun politik semakin terasa. Apalagi setelah munculnya pernyataan Agus Raharjo yang menyatakan agar KPK memprioritaskan penanganan kasus-kasus lama dan telah lama mangkrak. Beberapa pihak mengkhawatirkan hal ini menjadi permainan politik, terutama menjelang Pemilu tahun depan.
Sebagaimana diketahui, pada 2019 Indonesia akan menyelenggarakan Pemilihan Legislatif (Pileg) serta Pemilihan Presiden (Pilpres) secara serentak.
Menanggapi hal tersebut, berbagai pihak pun mulai bereaksi terhadap pernyataan KPK. Khalid Zabidi, fungsionaris DPP Partai Golkar, pada Jumat (21/9/2018) berdasarkan rilis yang diterima oleh kabargolkar.com, meminta KPK untuk bersikap profesional. "Tangkap Tikusnya, Jangan Bakar Lumbungnya," demikian ungkapan yang diutarakan oleh kader muda Golkar tersebut.
Khalid Zabidi juga meminta KPK untuk tetap fokus pada kasus-kasus korupsi proyek APBN yang menanti untuk ditangani. "KPK dalam tahun politiknya sebaiknya fokus pada pencegahan korupsi pada proyek proyek APBN yang sedang berjalan daripada sibuk kemana-mana," demikian ucapnya.
Politisi muda Golkar ini mengingatkan agar kebocoran-kebocoran yang telah terjadi selama ini ditutup. Selain itu, dia juga meminta agar KPK fokus mencegah oknum untuk melakukan perbuatan korupsi. "KPK lebih bagus tutup kebocoran-kebocoran dan lakukan pencegahan-pencegahan juga tangkapi tikus-tikus yang menggerogoti beras dalam lumbung daripada membakar lumbung," tegas Khalid Zabidi.
"KPK harus lebih jeli dan akurat dalam operasinya mencegah dan memberantas korupsi di tanah air sehingga tindakannya dapat diukur dan efektif," pungkas Khalid. (tim liputan)