Indonesia, kata dia, sudah menandatangani perjanjian dunia di Konvensi PBB tentang Perubahan Iklim dan Paris Agreement pada tahun 2015 untuk menjaga agar kenaikan suhu bumi di abad ini tidak mencapai 2 derajat, bahkan kalau bisa tidak lebih dari 1,5 derajat.
“Apa bedanya kalau suhu naik 1 sampai 2 derajat? Sekilas dampaknya kecil, tapi sebetulnya bumi dan banyak makhluk di dalamnya sangat sensitif. Dalam kondisi normal, suhu tubuh manusia 36-37 derajat Celsius. Naik sedikit menjadi 38-39 derajat, kita sudah sakit demam dan tidak bisa beraktivitas,” jelasnya.
Airlangga mengatakan, banyak flora dan fauna penting yang ikut merawat ekosistem bumi akan mati. Permukaan air laut akan naik. Banyak kota yang terletak di tepi laut akan tenggelam. Cuaca akan menjadi ekstrim. Pada saat musim kering, terjadi kekeringan dan gagal panen.
“Pada saat musim hujan, sebut Airlangga, terjadi banjir dan longsor. Kesejahteraan dan kualitas hidup rakyat yang susah-payah kita bangun, bisa mundur lagi. Sebab itu Golkar harus hadir untuk masa depan,” demikian Airlangga.
Hadir dalam pembukaan Executive Education for Young Political Leader Angkatan ke-8 Golar Institute ini antara lain, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr. Alue Dohong, Menteri Negara Lingkungan Hidup 1993-1998, Ir. Sarwono Kusumaatmadja dan Sekretaris Kaukus Ekonomi Hijau DPR-RI, Anggota DPRRI Fraksi Partai Golkar, Diah Roro Esti, M.Sc.
Dalam beberapa kedepan para peserta akan mendapatkan sejumlah materi kepemimpinan yang menarik dari beberapa tokoh nasional seperti dari mantan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla. Kemudian materi tentang Pertahanan oleh Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus dan Materi Kepemimpinan dalam Perspektif Perempuan yang disampaikan oleh Shinta Kamdani.
Peserta juga akan memperoleh materi Manajemen Risiko Korupsi dari Prof. Topo Santoso dan Public Speaking Workshop yang disampaikan kader Golkar yang juga seorang Dubes, Tantowi Yahya. Politik Sejarah dan Nilai-nilai Partai Golkar oleh Dr. Ir. Akbar Tandjung. Sistem Kepartaian dan Pemilu di Indonesia oleh Dr. Ahmad Doli Kurnia serta
Demokrasi dan Politik oleh Dr. Rizal Mallarangeng.
Tidak hanya itu para peserta juga akan mendapatkan materi Strategi Kampanye dari Konsultan Politik, Hasan Nasbi. Komunikasi Politik dari Dr. Gun Gun Heryanto dan Media Sosial untuk Politisi oleh Indriyatno Banyumurti.
Dilanjutkan oleh narasumber lainnya yang membahas Ekonomi Kondisi Geopolitik Dunia & Peran Indonesia oleh Dr. Hassan Wirajuda, Pembangunan Perekonomian Indonesia oleh Raden Pardede, Ph.D, Perdagangan Luar Negeri oleh Dr. Jerry Sambuaga serta materi Kebijakan Publik yang disampaikan Mulya Amri, Ph.D.***