Kabar Golkar

Ketua MPR Dorong P-20 Jembatani Penyelesaian Konflik Rusia-Ukraina

Oleh · · Kabar Nasional

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (Photo: Dok. MPR RI)
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (Photo: Dok. MPR RI)

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, G-20 merupakan kelompok informal dari 19 negara plus Uni Eropa. Terdiri dari Amerika Serikat, Argentina, Brazil, Australia, Kanada, Meksiko, Turki, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, China, Jerman, Inggris, India, Arab Saudi, Afrika Selatan, Italia, Prancis, Rusia.

"G-20 menjadi representasi wajah dunia, mengingat negara-negara yang tergabung di G-20 menguasai sekitar 85 persen PDB dunia, 80 persen investasi global, 75 persen perdagangan dunia, dan 66 persen populasi dunia. Sebagai wakil rakyat masyarakat dunia, Parlemen dari negara anggota G-20 harus terlibat aktif memberikan kontribusi substantif dalam berbagai isu pembahasan G-20, sehingga bisa membantu mewujudkan dunia yang lebih sejahtera, aman, dan damai," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, kondisi dunia pasca pandemi Covid-19 membutuhkan parlemen yang kuat, representatif, dan efektif, yang bisa memastikan demokrasi dapat membantu pemulihan ekonomi global. Terlebih saat ini dunia juga sedang dihadapkan pada konflik militer antara Rusia dengan Ukraina, yang berdampak pada ketidakpastian global terhadap ketahanan pangan dan energi, hingga pasar keuangan.

"Parlemen G-20 tidak bisa menjauhkan diri dari kenyataan tersebut. Melalui diplomasi dan dialog, Parlemen G-20 harus mengambil pendekatan konstruktif menuju kemajuan perdamaian dan keamanan internasional melalui berbagai aksi nyata yang akan dirumuskan dalam Joint Statement di acara The 8th G20 Parliamentary Speakers' Summit ini," pungkas Bamsoet.