Kabargolkar.com - Pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan pernyataan, jika klaster komunitas atau keluarga menjadi penyumbang tertinggi dalam tren kenaikan kasus virus Covid-19 di Indonesia akhir-akhir ini.
Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, Kemenkes dan Satgas Covid-19 harus bekerja ekstra keras guna menekan lonjakan kasus virus corona.
"Khususnya yang berasal dari klaster komunitas ini, dengan strategi kembali mengoptimalkan fasilitas kesehatan dan memberikan layanan terbaik khusus bagi pasien terkonfirmasi positif, sehingga mereka dapat melakukan isolasi di tempat yang disiapkan atau direkomendasikan oleh pemerintah," kata Bamsoet dalam keterangan persnya, Minggu (13/11/2022).
Waketum Partai Golkar ini pun mewanti-wanti, karena klaster komunitas ini memiliki tingkat penularan Covid-19 sebesar 10 kali lipat.
"Hal ini penting agar tidak terjadi penularan di lingkup komunitas atau keluarga. Mengingat klaster komunitas atau keluarga memiliki penularan 10 kali lipat lebih tinggi dibanding klaster-klaster lainnya," ucap Bamsoet.
Tak sampai disitu, Ketua MPR RI ini meminta pemerintah daerah (pemda) hingga tingkat RT dan RW bersama gugus tugas Covid-19 di daerah, harus berperan aktif dalam memantau langsung kondisi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.
"Mulai dari memperhatikan ruang isolasi pribadi hingga mengingatkan warganya agar saling menjaga protokol kesehatan di lingkup keluarga," pintanya.
Ketua DPR RI Ke-20 ini menegaskan, masyarakat sebaiknya membatasi aktivitas diluar rumah dan lebih ketat menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
"Mengimbau kepada masyarakat yang belum menerima vaksinasi agar segera mengakses program vaksinasi ke fasilitas terdekat," tegas Bamsoet.
Lebih lanjut, Bamsoet meminta komitmen pemerintah, untuk terus berupaya menciptakan kekebalan komunitas melalui percepatan pemberian vaksinasi Covid-19.
"Khususnya dosis ketiga atau booster. Hal ini penting untuk menekan angka rawat inap hingga kematian akibat Covid-19. Mengingat mayoritas pasien saat ini terkonfirmasi positif saat ini belum divaksin booster," tutup Bamsoet.