Kabargolkar.com - Dengan mengangkat judul esai "Partai Politik Anak
Muda Jangan Sekedar Jargon", berhasil menghantarkan Marcella dari Universitas Multimedia Nusantara menduduki juara pertama di Competition Essay Golkar Institute 2022 dan merebut hadiah utama sebesar Rp. 45 Juta.
Adapun tema utama yang diangkat dari kompetisi tersebut adalah "Menyongsong Pemilu 2024 Bagaimana Partai Politik Harus Bertransformasi?". Kompetisi ini diikuti oleh 1313 peserta yang tersebar di 35 provinsi dan berasal dari 381 universitas.
Marcella mengatakan alasannya mengangkat judul tersebut untuk menjelaskan bagimana sudut pandang anak muda terhadap partai politik (Parpol) saat ini dan apa yang harus dirubah agar anak muda tertarik dengan dunia politik. Menyikapi hal tersebut, Marcella menjelaskan bahwa partai politik harus bersikap terbuka dan mampu memposisikan diri sebagai wadah dari aspirasi masyarakat yang perlu direalisasikan.
"Generasi muda masih sering membahas isu-isu terkini, entah di organisasi, teman sebaya, atau dengan dirinya sendiri melalui akun sosial media pribadinya. Mereka (generasi muda) cenderung tidak tertarik mendiskusikan ini (isu-isu terkini) kepada partai politik, karena mereka (generasi muda) menganggap bahwa partai politik memiliki visi misi yang tidak sejalan dengan mereka," beber Marcella pada Selasa,(14/2/2023) di Acara Malam Anugerah Golkar Institute Essay Competition.
"Pola kerja di dalam partai politik diharapkan menjadi lebih terbuka, sehingga partai politik harus merubah gaya pendekatan dan pola kerjanya supaya diminati oleh anak muda. Namun, kinerjanya masih tetap seperti Undang-Undang yang telah berlaku," sambungnya.
Ditempat yang sama, Sekertaris Jenderal DPP Partai Golkar Lodewijk F. Paulus menyambut antusias kegiatan tersebut guna memajikan literasi Indonesia yang masih tertinggal dari negara-negara luar. Dimana UNESCO menyebutkan bahwa Indonesia berada diurutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca di Indonesia sangat rendah. Dikutip dari kominfo.go.id mengungkapkan bawa data UNESCO menyebutkan bahwa minat baca Indonesia berada di 0,001% yang artinya dari 1.000 orang yang rajin membaca hanya 1 orang saja.
"Saya sangat kagum dan luar biasa, mereka menyampaikan gagasan melalui karya tulisnya. Sehingga Partai Golkar menampung gagasan-gagasan dari anak muda, sehingga tau apa yang harus diperbuat," tutur Sekjen Lodewijk F. Paulus dalam sambutannya.
Ia pun menyampaikan bahwa saat ini sudah memasuki tahun politik, dimana Partai Golkar mengedepankan politik persatuan dan menghindari politik identitas yang memiliki efek besar terhadap perpecahan. Anggota DPR ini pun menyampaikan terimakasih atas diselenggarakannya kegiatan ini menjadikan Partai Golkar membuka mata bagaimana bertindak untuk melakukan pendekatan terhadap generasi muda.
"Mengacu pada Pemilu 2019, yang ingin Partai Golkar bangun adalah politik persatuan dengan menghindari politik identitas, yang dampaknya akan terjadi polarisasi, sehingga mengakibatkan perpecahan." sambungnya.
Sebagai informasi, kompetisi essay ini ditentukan oleh tiga juri yang kompeten diantaranya Phillips J. Vermonye, Hetifah Sjaifudian, dan Rizal Mallarangeng