Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
54 Tahun Golkar Tetap Setia Sebagai Partai Pro Pembangunan
  Kabar Golkar   19 Oktober 2018
[caption id="attachment_13765" align="aligncenter" width="1024"]
ilustrasi (net)[/caption] kabargolkar.com - Sebagai sebuah partai politik, Golongan Karya (Golkar) telah banyak merasakan asam garam pergulatan di dunia perpolitikan Indonesia. Partai yang awalnya lahir sebagai sebuah Sekretariat Bersama (Sekber) Golongan Karya adalah anak kandung ideologi Pancasila dan akan selalu setia mengawal Pancasila sebagai dasar negara dalam kerangka NKRI. Citra Golkar sebagai pengawal setia Orde Baru juga tidak dapat dipungkiri. Pemerintahan Orde Baru yang mencanangkan pembangunan nasional dengan Trilogi Pembangunan adalah landasan penentuan kebijakan politik, ekonomi, dan sosial dalam melaksanakan pembangunan negara. Trilogi Pembangunan yang terdiri dari Stabilitas Nasional yang dinamis, Pertumbuhan Ekonomi Tinggi, dan Pemerataan Pembangunan dan hasil-hasilnya, sesuai dengan pemikiran Golkar dan doktrin karya-kekaryaannya. Doktrin Karya Kekaryaan sejalan dengan Trilogi Pembangunan Orba Berpegang pada doktrin karya kekaryaan, yaitu Karya Siaga Gatra Praja, Partai Golkar berperan penting dalam era pembangunan nasional masa Orde Baru dan sejalan dengan konsep Trilogi Pembangunan di masa tersebut. Kestabilan politik dalam jangka waktu yang lama serta didukung oleh program perencanaan pembangunan yang terarah dan konsisten menjadi habitat yang subur bagi Golongan Karya mengimplementasikan doktrin karya-kekaryaannya. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi pun menjadi pencapaian selama 32 tahun Orba berkuasa. Pada masa itu, Golkar menjadi agen pembangunan sekaligus dicap sebagai  ‘Partai Penguasa’ yang selalu menguasai pemilu tiap periodenya, sampai dengan tumbangnya kekuasaan Orba di tahun 1998. Reformasi dan semangat baru Reformasi yang mengganti Orde Baru pun berjalan. Segala sesuatu yang menjadi kekurangan di masa Orde Baru coba untuk diperbaiki. Golkar pun berbenah dengan menjadi Partai Golkar dan membawa semangat baru doktrin karya kekaryaan. Pembaruan paradigma tersebut juga mendorong Golkar sebagai partai pembaru. Namun sejatinya, semangat pembaruan yang diemban oleh Partai Golkar adalah jiwa yang telah dibawa sejak kelahirannya. Pada masa pemerintahan Presiden Habibie, Gusdur, Megawati, SBY-JK, SBY-Boediono, hingga pada masa pemerintahan saat ini, yaitu Jokowi-JK, Partai Golkar selalu dekat dengan pemerintah. Kedekatan ini diperlukan oleh Partai Golkar, karena dengan doktrin karya kekaryaannya, watak Partai Golkar adalah selalu berkeinginan untuk memberikan karya terbaik bagi bangsa. Partai Golkar selalu tampil tidak hanya sebagai pemikir, namun juga turun tangan memberi karya nyata. Program pembangunan infrastruktur yang digiatkan pada masa pemerintahan Jokowi-JK pun sejalan dengan semangat Partai Golkar. Partai Golkar menjadi mitra pembangunan, menghadirkan kemajuan serta pemerataan di seluruh pelosok negeri. Hal inilah yang juga menjadi pertimbangan Partai Golkar dalam mengusung Joko Widodo berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin untuk kembali meneruskan dan menuntaskan program pembangunan yang telah berjalan di periode pertama pemerintahan Jokowi. Tantangan memenangkan Pemilihan Legislatif 2019 Memasuki usia 54 tahun, Partai Golkar perlu menyikapi tantangan ke depan untuk terus menegakkan doktrin Karya Kekaryaannya, yaitu dengan cara memenangkan Pemilihan Legislatif 2019, dan menduduki kursi mayoritas di Parlemen. Dengan demikian, Partai Golkar akan memiliki pengaruh kuat sebagai penentu kebijakan pembangunan di lima tahun ke depan
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.