Survei LPMM Ungkap Airlangga Hartarto dan Partai Golkar Jadi Pilihan Generasi Muda
Oleh Bambang Soetiono · · Kabar Nasional
Sedangkan, Prabowo Subianto menempati urutan kedua tingkat elektabilitas dengan keterpilihan 22,30%. Keterpilihan Prabowo Subianto dipengaruhi peremajaan pada sistem alutsista yang berbasis teknologi. Sebab Gen Z dan Y banyak menggunakan teknologi, sehingga sangat menyukainya dan punya harapan besar untuk bisa ikut berpartisipasi dalam memajukan teknologi alutsista.
Kemudian di urutan ketiga yang menjadi pilihan Gen Z dan Y, yakni Anies Baswedan yang dipilih sebanyak 10,6%. Event Formula E dan pembangunan Stadion JIS membuat mereka memilih Anies Baswedan, serta faktor setelah dinyatakan sebagai capres oleh Partai Nasdem menjadi daya tarik bagi Gen Z dan Y.
Di urutan keempat ada nama Ganjar Pranowo dengan tingkat elektabilitas 9,2%. Lalu Puan Maharani 4,8%, Sandiaga Uno 3,1%, Moeldoko 2,5%, Erick Thohir 2,3% , Ridwan Kamil 2,1%, Muhaimin Iskandar 1,1%, Agus Harimurti Yudhoyono 1,1%, dan yang tidak memilih sebanyak 11,1%.
“Ketika Gen Z dan Y ditanyakan soal ketertarikannya pada topik politik di Indonesia, kebanyakan menjawab topik tersebut biasa saja 61,5%, dan sebanyak 9,8% menjawab menarik, 7,6 % sangat menarik, dan selebihnya 21,1 tidak memberikan jawaban,” jelas Alamsyah.
Dari hasil survei juga diketahui jika sebagian besar Gen Z dan Y, yaitu 90,3%, menyatakan tidak aktif menjadi anggota dan pendukung aktif partai politik, 2,4% aktif menjadi anggota dan pendukung aktif, dan 7,3% tidak menjawab.
Meski partisipasi politik Gen Z dan Y pada partai politik secara umum cenderung rendah, namun mayoritas atau 80,1% mengaku akan memberikan suara mereka pada saat Pemilu dan Pilpres digelar, sebanyak 13,3% tidak akan ikut berpartisipasi, dan 6,6% pikir-pikir dulu.
Hampir semua partai politik peserta Pemilu 2019 telah dikenal oleh Gen Z dan Y. Meski begitu, tingkat awareness mereka berbeda terhadap masing-masing parpol. Parpol yang saat ini paling dikenal oleh Gen Z dan Y merupakan partai lama. Lima parpol paling dikenal yakni Partai Golkar 94,7%, PDI Perjuangan 90,6%, Partai Gerindra 81,9%, Demokrat 77,6%, dan PKB 76,2%.