KABARGOLKAR - Tak kenal lelah, pasangan calon bupati dan wakil bupati petahana, H. Edy Pratowo-Pudjirustaty Narang (Edy-Taty) bekerja untuk memajukan daerah. Semua itu demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang adil dan merata. Kepemimpinan periode 2013-2018 menjadi saksi dan dan sejarah baru, dimana melalui tangan dinginnya Edy-Taty mampu merealisasikan program-program pembangunan yang menjadi janji politiknya pada saat kampanye pencalonan bupati dan wakil bupati tahun 2013 lalu.
Kerja kerasnya bersama Wakil Bupati Pudjirustaty Narang, dan sinergitas antara legislatif dan eksekutif serta dukungan seluruh elememen masyarakat, Edy Pratowo mampu membawa kemajuan yang sangat signifikan bagi daerah. Beberapa prestasi dari pemerintah pusat dan provinsi pun diraihnya, atas keberhasilannya memajukan di bidang pertanian, kesehatan, kepemudaan dan lainnya.
Lima proyek strategis pun berhasil diwujudkan, seperti pembangunan kantor bupati, gedung DPRD, Stadion olah raga, masjid agung dan kristiani centre. Edy-Taty juga mampu menjawab harapan masyarakat Sebangau Kuala, dengan membuka keterisolasian wilayah tersebut melalui pembangunan Jembatan Sebagau Kuala serta membangun dan meningkatkan infrastruktur jalan penghubung antar desa dan kecamatan.
Meski begitu, Edy-Taty menyadari belum bisa merealisasikan semua janji politiknya. Tetapi, Edy-Taty patut diberikan apresiasi tinggi atas keberhasilannya dalam memajukan Kabupaten Pulpis. Berangkat dari keberhasilan dan beberapa torehan prestasi yang diraihnya, sangatlah tepat, Edy-Taty diberikan kesempatan pada periode kedua untuk melanjutkan dan menuntaskan pembangunan-pembangunan.
Koalisi enam parpol, Partai Golkar, PDIP, PKPI, Demokrat, Gerindra dan PAN akan menjadi kekuatan poltik dan siap memenangkan Edy-Taty di Pilkada 2018. “Alhamdulillah, dukungan dan kepercayaan terus mengalir kepada Edy-Taty. Hal ini karena, Edy-Taty sudah terbukti dan teruji kerjanya,” kata Ketua Tim Kampanye Edy-Taty, H. Ahmad Fadli Rahman.
Menurut Fadli, berbagai kebijakan yang telah dijalankan Edy-Taty, mampu mengangkat perekonomian masyarakat. Kepercayaan investor pun tumbuh dan berkembang, terbukti beberapa perusahaan besar telah berinvestasi di Kabupaten Pulang Pisau, seperti pabrik pengolahan kayu sengon di Desa Buntoi, yang merupakan pengembangan PT. Saritek Solo dengan hasil meubel, kain, tisue dan lainnya.
Ilustrasinya jika pabrik sudah beroperasi kata H. Fadli, maka dapat menyerap tenaga kerja lokal hingga 9.000 tenaga kerja. “Bukan itu saja, ekonomi para petani juga akan meningkat. Karena kayu sengon mereka, di beli dengan harga standar dari pabrik,” ujarnya. Lanjutnya, cita-cita lulur paslon Edy-Taty untuk mewujudkan Kabupaten Pulang Pisau sebagai pintu gerbang perekonomian Kalimantan Tengah di wilayah tengah sangat sinergi dengan keberadaan pabrik tersebut.
Oleh karena, hasil pengolahan sengon ini nantinya akan di export ke luar negeri. Nah, untuk mendukung hal itu, Edy-Taty pada kepemimpinan sebelumnya telah menyiapkan pondasi yang kuat, dengan merealisasikan pembangunan pelabuhan laut sei tunggul di Bahahur Kecamatan Kahayan Kuala. Secara ototomatis, kedepan juga dibarengi dengan peningkatan infrastruktu jalan.
Dengan beroperasinya pelabuhan itu, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. “Insya Allah, jika dipercaya memimpin pada periode kedua, Edy-Taty akan melanjutkan dan menuntaskan semua program berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat Pulpis yang berinovasi, sejahtera dan berkeadilan,” pungkasnya. [
bambang]
Â
sumber berita