Kabargolkar.com - Setiap tanggal 1 Juni selalu diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila di Indonesia. Konsep dan rumysan awal Pancasila dikemukakan oleh Presiden Soekarno sebagai dasar negara Indonesia.
Isi gagasan mengenai nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang dikemukakan oleh Soekarno akhirnya diterima oleh para anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dalam sidang perdananya pada 1 Juni 1945. Hingga akhirnya Pancasila dinyatakan sah dan resmi sebagai dasar negara Indonesia merdeka pada 18 Agustus 1945.
Kemegahan sila-sila yang terdapat dalam Pancasila, menjadikan Pancasila sebagai akar ideologi Partai Golkar yang berlandaskan akan kekuatan gotong royong, negara-bangsa, keagamaan, dan saling menghargai antar sesama. Nilai-nilai Pancasila tidak boleh luntur ditengah goncangan zaman dan perkembangan teknologi yang terus terjadi. Karena sejatinya, Pancasila menjadi ruh pembangunan dalam negeri.
Menjadi partai politik tertua yang berusia 57 tahun, mampu membuktikan bahwa Partai Golkar mampu bertahan diberbagai gempuran politik yang terjadi di negeri ini. Meski menjadi partai tertua, Partai Golkar mampu mengikuti perkembangan zaman, sehingga stigma "partainya orang tua" sudah bukan lagi tercap pada Partai Golkar.
Dibawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, Partai Golkar mampu menyesuaikan diri mengikuti perkembangan zaman dengan gagasan-gagasan yang dihasilkan, seperti menghadirkan organisasi sebagai wadah kepemudaan yakni Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), KOSGORO, SOKSI, dan banyak lagi. Tak hanya itu saja, partai politik yang memiliki peran untuk menyediakan pendidikan politik untuk masyarakat, Partai Golkar menghadirkan Golkar Institute sebagai wadah untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat yang ingin terjun kepolitik. Melalui gagasan-gagasan yang dihadirkan, Partai Golkar mampu menyesuaikan diri mengikuti perkembangan zaman tanpa melupakan nilai-nilai Pancasila.
"Partai Golkar menilai bahwa Pancasila inilah yang seharusnya kita jadikan perekat tenun kebangsaan kita," kata Airlangga Hartarto Ketua Umum DPP Partai Golkar.