Kabargolkar.com - Ketua Bappilu Presiden Partai Golkar Nusron Wahid 'PeDe' Koalisi Besar dari gabungan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), terwujud di Pilpres 2024 mendatang.
Melansir laman CNNINDONESIA.COM, Selasa (6/6/23) Ketua Bidang Ekonomi DEPINAS SOKSI ini, optimis tujuan kemenangan Pemilu 2024 terwujud dari Koalisi Besar tersebut.
"Golkar sangat optimis tetap akan terbangun integrasi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR)," kata Nusron.
Nusron menuturkan, partainya berharap Koalisi Besar itu akan mengusung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Airlangga Hartarto di Pilpres 2024. Di sisi lain, ia pun mengklaim hingga kini KIB juga masih bersama dan berjalan sesuai dengan jalurnya.
"Koalisi Besar: KIB dan KKIR memang mendukung Prabowo presiden, dan kami ingin Airlangga menjadi wakilnya," tegasnya.
Kendati begitu, Partai Golkar tetap menghormati pertemuan antara PAN dengan PDIP kemarin. Nusron menilai menjelang pemilu, pertemuan antar partai politik merupakan hal yang wajar.
"Sebagaimana PAN juga menghormati Golkar bertemu dengan PKB dan partai-partai yang lain. Sebab memang di dalam KIB masing-masing partai punya kedaulatan tersendiri," tutup Waketum PBNU ini.
Sebelumnya, PAN menyambangi Kantor DPP PDIP pada Jumat (2/5). Usai pertemuan itu, PAN disebut masih mempertimbangkan arah dukungannya di Pilpres 2024. Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto menyebut partainya masih mempertimbangkan antara mendukung Ganjar atau Prabowo.
Ia pun mengaku PAN belum menentukan sikapnya lantaran belum mencapai kesepakatan dengan PDIP. "Ya antara Ganjar dan Prabowo," ujarnya.