Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Fungsionaris Golkar Tegaskan Para Caleg Fokus Kemenangan di Pileg 2024
  Bambang Soetiono   26 Juli 2023

kabargolkar.com - Fungsionaris Pusat Partai Golkar Alamsyah S.Sos, MI.Kom menegaskan Partai Golkar
lebih berkonsentrasi kepada pemenangan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 ketimbang memikirkan wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar yang tidak ada dasar konstitusi partai oleh oknum partai.

Alamsyah menekankan justru seluruh kader Partai Golkar lebih kompak dan solid bagaimana memenangkan agenda Pemilu 2024, dari Pemilu Legislatif (Pileg), Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada).

"Kami sebagai kader dan fungsionaris Partai Golkar menegaskan di akar rumput tetap kompak dan solid menyambut dan memenangkan Pemilu 2024 siap siaga dengan kekuatan penuh untuk meyakinkan masyarakat bahwa Partai Golkar adalah kekuatan parpol yang terbaik, dengan pengalaman kader-kadernya yang teruji di tengah-tengah rakyat saat terpilih sebagai anggota legislatif, gubernur, wali kota, dan bupati serta presiden maupun wakil presiden," tegas Alamsyah kepada suarakarya.id di Kampus IBI Kosgoro 1957.

Alamsyah juga mengaku dan menjamin seluruh kader Golkar tidak begitu memusingkan wacana Munaslub yang terus diframing oleh oknum "petugas" partai yang tujuannya justru mengkerdilkan dan memperlemah posisi Golkar di Pemilu 2024.

"Jadi tujuannya justru bukan membesarkan partai tetapi sebaiknya memperlemah posisi partai jelang pemilu 2024. Tujuan mendesak-desak Munaslub itu hanya ingin mendongkel Ketum Airlangga dari Golkar 1 dengan dalih jika berhasil diganti Ketum baru, Golkar akan mendapatkan elektoral tinggi adalah pandangan sesat. Sesat berfikir bahwa mereka melakukan manuver seperti itu justru akan memecah persatuan partai dan sangat merugikan Partai Golkar," beber Wakil Sekjen PPK Kosgoro 1957 ini.

Alamsyah juga mengingatkan peristiwa di mana Golkar saat itu juga terjadi dualisme kepemimpinan yang banyak menimbulkan kemadharatan ketimbang kemanfaatan bagi internal partai dan menurunkan elektoral.

"Bagaimana rakyat mau memilih partai kita jika para elitnya saja tidak guyub, rukun, dan damai. Kita harus ingat peristiwa waktu jangan kembali terulang saat sekarang. Jangan sakiti kepercayaan rakyat yang begitu menginginkan Golkar kembali menjadi kekuatan politik memimpin Indonesia ke depan dengan manuver-manuver yang kontraproduktif," ucap Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Kota Depok dan Kota Bekasi) ini.

Terlebih lagi manuver dari Bahlil Lahadalia yang sekarang jadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang bernafsu ingin merebut kursi Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang sah dengan mendompleng wacana Munaslub.

Menurut Alamsyah, Bahlil Lahadalia tidak memiliki etika dan moral politik jika syahwat politiknya untuk mengganti Airlangga tidak terbendung melalui Munaslub.

Alasannya karena Bahlil sudah bukan lagi kader partai berlambang pohon beringin.

"Bahwa dia pernah di Golkar dan jadi pengurus Golkar Provinsi Papua kita tahu. Namun dia (Bahlil) tidak tercatat sebagai kader Golkar sejak dia jadi menteri. Dia menjadi menteri bukan atas usulan partai yang dipimpin Ketua Umum Airlangga Hartarto ini

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.