Kabargolkar.com – Golkar Institute menggelar program pelatihan “Executive Education Program for Young Political Leaders” batch-13 di Kantor DPP Partai Golkar, Senin (28/8/23). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemimpin politik muda Indonesia dan juga memberikan jalur bagi para pemimpin politik muda Indonesia untuk memasuki ranah politik.
Program pelatihan tersebut bertajuk “Tantangan Kemajuan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2024”. Berdasarkan pantauan tim Kabargolkar.com ditempat, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie, Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Erwin Aksa, Sekertaris Jenderal Partai Golkar, Lodewijk F Paulus. Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber yakni Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie dan pembicara asal Singapore, Eduardo Araral, Associate Professor Lee Kuan Yew School of Public Policy & National University of Singapore.
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie, turut membagikan pengalamannya untuk menjadi seorang pemimpin dan membangun karir politik bersama Partai Golkar. Ia beranggapan bahwa menjadi pemimpin tidak bisa dibuat dengan instan dan pemimpin muda harus percaya terhadap proses untuk menjadikan calon pemimpin yang baik, bijak dan adil untuk masyarakat.
“Untuk menjadi pemimpin masa depan kita harus tau apa yang kita tuju. Pemimpin itu ibaratnya nahkoda dari kapal yang harus tau tujuannya kemana. Pemimpin tidak bisa dibuat dalam satu hari. Jadi jangan patah, kegagalan adalah bagian daripada keberhasilannya, orang yang tidak pernah gagal adalah tidak pernah berhasil,” terang Aburizal Bakrie saat menjadi narasumber di hadapan kader muda Partai Golkar.
Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar ini pun turut membagikan pengalamannya saat memimpin Partai Golkar. Ia mengibaratkan ilmu kehidupan kepemimpinannya seperti laron yang selalu mencari cara untuk mendapatkan cahaya terang.
“Membuat organisasi kita terang, sebagai Ketua Umum Golkar pun bagaimana membuat organisasi kita itu terang. Tau laron? laron itu meskipun hujan tapi kalau rumahnya gelap, laronnya gabakal masuk. Jadi kalau organisasi kita gelap tidak ada orang yang mau bergabung ke organisasi kita.” sambungnya. (dy).