“Isunya US Dollar kuat terhadap berbagai currency termasuk Jepang. Jadi kita tenang-tenang saja, yang penting kita jaga fundamental kita dengan baik,” katanya.
Airlangga menekankan, untuk mencapai pertumbuhan yang diharapkan, Indonesia membutuhkan kenaikan kontribusi industri dari 18 persen ke 25 persen sehingga Revolusi Industri ke-4 menjadi penting. Indonesia juga terus mendorong supply chain dan implementasi Devisa Hasil Ekspor agar buffer perekonomian Indonesia menjadi lebih kuat.
“Kalau Indonesia dan ASEAN kan salah satu regional yang dalam 20 tahun terakhir stabil. Dan Indonesia optimis karena stability harus bergeser epicentrum-nya ke Indo-pasifik atau ke ASEAN,” pungkasnya.