Kabargolkar.com - Kepada organisasi dagang Amerika Serikat, Menteri Koordinator Bidang Perekomonian Airlangga Hartarto kembali memuji kemajuan yang dibuat oleh ekonomi Indonesia dalam menghadapi tantangan dan ketidakpastian global.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif juga mendukung penguatan kerja sama dan investasi Amerika Serikat di Indonesia.
“Di tengah tantangan global, perekonomian Indonesia masih memiliki prospek yang baik. IMF memproyeksikan pertumbuhan Indonesia pada tahun 2023 dan 2024 berkisar 5 persen,” papar Airlangga dalam kegiatan US-Indonesia Investment Summit di Mandarin Oriental, Jakarta pada Selasa (24/10/2023).
Seperti diketahui, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan melambat dari 3 persen di 2023 menjadi 2,9 persen pada 2024 mendatang.
“Tantangan saat ini adalah bergantung pada suku bunga AS yang lebih kuat dan mata uang AS yang juga lebih kuat. Jadi itu yang harus kita mitigasi hari ini, yaitu mencegah capital outflow,” ungkap Menko Airlangga, saat berpidato di hadapan pejabat Kamar Dagang AS di Indonesia (AmCham).
Inflasi Terkendali
Airlangga menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mampu mempertahankan angka di atas 5 persen selama 7 kuartal berturut-turut, dan laju pertumbuhan ini dibarengi dengan tingkat inflasi pada bulan September sebesar 2,28 persen.
“Di antara negara-negara lain, baik pertumbuhan ekonomi maupun inflasi Indonesia berada dalam kondisi yang lebih baik. PMI tetap ekspansif selama 25 bulan berturut-turut, dan lebih baik dibandingkan Tiongkok, AS, Jepang, dan Vietnam,” ucap Airlangga.
Tak hanya itu, neraca perdagangan Indonesia juga mengalami surplus selama 41 bulan berturut-turut.
“Diproyeksikan bahwa keuntungan bisnis menjadi salah satu alasan mengapa berinvestasi di Indonesia menjanjikan dan memiliki potensi keuntungan dibandingkan dengan negara lain,” tutur Airlangga.
Sebagai informasi, US-Indonesia Investment Summit berada di bawah program Initiative Indonesia, sebuah upaya bersama antara Kamar Dagang Amerika di Indonesia dan Kamar Dagang AS.
Acara tahun ini dihadiri oleh Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Y. Kim, bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno; mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan pejabat senior serta pemimpin bisnis lainnya. (detik.com)