Kabargolkar.com - Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Golkar Nusron Wahid merespons, pernyataan Bacapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan. Anies menyebut, bahwa negara miliki rakyat, bukan milik satu dua keluarga.
Mengenai hal itu, legislator asal Jawa Tengah ini merasa setuju. Tapi, menurutnya tidak ada yang salah jika rakyat ingin adanya penerus untuk menggantikan pemimpin yang dirasa benar.
"Ya dari dulu negeri ini memang milik rakyat. Yang berdaulat juga rakyat. Tapi yang memilih pemimpin juga rakyat. Kalau pemimpinnya benar, dapat memajukan bangsa, menyejahterakan rakyat, terus rakyat minta dilanjutkan sama penerusnya, apa rakyat akan disalahkan?" kata Nusron kepada wartawan, belum lama ini.
Nusron mengatakan Indonesia adalah negara demokrasi. Dia mengatakan Presiden dan Wakil Presiden bukan pemilik negara, melainkan hanya mengatur negara sesuai mandat rakyat.
Nusron lantas menilai kalau rakyat merasa puas dengan kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini. Sebab itu, Nusron menilai rakyat berharap kepemimpinan Jokowi dapat dilanjutkan oleh putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka.
"Yang memiliki (negara) rakyat. Kebetulan Pak Jokowi memimpinnya bagus. Berhasil. Rakyat puas. Rakyat sejahtera. Terus rakyat yang minta dilanjutkan oleh Prabowo-Gibran, apa rakyat yang minta dianggap tidak waras?" jelas dia.
"Justru yang tidak waras itu, yang beranggapan pemerintahan yang bagus tidak boleh dilanjutkan diganti sama yang tidak dan mengumbar janji," imbuhnya.
Sebelumnya, pasangan bakal capres-cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menggelar acara bertajuk senam sehat dan jalan pagi di kawasan GDC, Depok, Jawa Barat. Anies sempat bertanya ke massa apakah ingin nepotisme hidup lagi di Indonesia.
"Bapak ibu, kita ingin tidak nepotisme hidup di negeri ini lagi?" kata Anies dalam sambutannya di GDC Depok, Jawa Barat, Sabtu (28/10/2023).
"Tidak," sahut massa.
Dia mengatakan Indonesia merupakan milik seluruh rakyat. Dia menyebut negara bukan milik satu atau dua keluarga.