Pada penyelenggaraan Indo-Pacific Economic Framework Ministerial Meeting (IPEF-MM) pada 14 November 2023 lalu, seluruh negara-negara anggota IPEF sepakat untuk mengumumkan penyelesa¬ian secara substansi Pilar III(Ekonomi Bersih) dan Pilar IV (Ekonomi Adil).
“Pilar III terkait dengan green economy dan Pilar IV menge¬nai fair economy dimana fair economy termasuk menge¬nai corruption, kemudian juga terkait dengan FATF (Financial Action Task Force), itu seluruh¬nya juga sudah selesai teknis¬nya,” ujar Menko Airlangga.
Menko Airlangga menyam¬paikan bahwa terkait dengan Pilar I(Perdagangan) masih terdapat tiga issue cluster yang belum selesai yakni terkait dengan klaster pertanian, ling¬kungan, dan ketenagakerjaan. Lebih lanjut, Menko Airlangga menyampaikan ketiga klaster tersebut diharapkan dapat diba¬has kembali di kuartal pertama tahun depan.
“Sehingga sebetulnya tu¬runan dari IPEF itu ada empat perjanjian. Dengan demikian, sebetulnya ini menjadi salah satu standar daripada perdagangan, investasi, dan ekonomi yang lebih tinggi, lebih berkeadilan, anti korupsi, transparan, dan juga ada good regulatory practice,” ungkap Menko Airlangga.
Lebih lanjut Menko Airlangga menyampaikan terdapat fasilitasi pembiayaan yang disiapkan mela¬lui IPEF, termasuk melanjutkan komitmen Just Energy Transition Partnership (JETP) dan Partner¬ship for Global Infrastructure and Investment (PGGII), dimana Indonesia sudah diberikan prioritas dari tujuh negara yang akan memperoleh fasilitasi mengenai semikonduktor.
Terkait dengan critical minerals, Menko Airlangga menga¬takan bahwa hal tersebut akan dilakukan pembahasan lebih lan¬jut. Seluruh negara mitra IPEF telah sepakat meluncurkan criti¬cal minerals dialogue untuk penguatan rantai pasok kede¬pannya dan membuat lapangan pekerjaan di sektor energi bersih. Hal tersebut diharapkan akan memberikan keuntungan bagi produksi Electric Vehicle (EV) dan turunannya di Indonesia.
Mengungkap sejumlah man¬faat keikutsertaan Indonesia dalam forum IPEF, Menko Air¬langga menjelaskan bahwa sup¬ply chain Indonesia akan menjadi bagian yang dianggap reliable, aman, standarnya sama, dan bisa masuk dalam supply chain global. “Kemudian yang kedua, critical minerals ini yang sedang juga akan dibahas di kuartal per¬tama tahun depan,” ujar Menko Airlangga.
Diakhir sesi wawancara, Men¬ko Airlangga juga menyinggung mengenai keikutsertaan Indone¬sia di dalam forum APEC terkait dengan transisi energy, sustainability dan target Paris Agree¬ment. (rm.id)