12 Juli 2020
Golkar Balikpapan Dorong Tuntut Kerugian ke Pertamina
  Administrator
  10 April 2018
  • Share :
KABARGOLKAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan benar-benar menyeriusi kasus tumpahan minyak mentah di perairan Teluk Balikpapan yang terjadi pada Sabtu (31/3) lalu. Pasalnya, dampak yang ditimbulkan akibat pencemaran minyak tersebut begitu besar dan sangat merugikan. Minyak milik Pertamina muncul di perairan tersebut karena pipa distribusi minyak mentah dari Terminal Lawe-Lawe Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ke kilang minyak Balikpapan terputus. Akibatnya, kebakaran besar di perairan tersebut terjadi. Satu kapal besar dan dua kapal milik nelayan ikut terbakar. Lima orang pemancing meninggal dunia akibat tragedi itu.Dari sisi lingkungan, sisa-sisa tumpahan minyak tersebut mencemari wilayah pantai Kota Balikpapan dan merusak habitat bawah laut serta tumbuhan mangrove di kawasan Balikpapan Barat. Atas kasus serta dampak peristiwa tersebut, DPRD berencana membuat tim investigasi untuk menuntut kerugian masyarakat serta rusaknya lingkungan ke Pertamina. “DPRD akan membuat tim investigasi. Nanti bahannya yang menyiapkan Pemkot (Pemerintah Kota), kan mereka yang tahu data kerugiannya. Jadi dinas-dinas seperti DLH (Dinas Lingkungan Hidup), BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) juga pihak KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) perwakilan di Balikpapan akan menyiapkan berkas-berkas kerugian itu. Tujuan tim investigasi ini untuk menuntut kerugian ke Pertamina. Dia harus ganti rugi ke masyarakat,” jelas Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh usai melakukan rapat koordinasi di Kantor Wali Kota terkait kasus tumpahan minyak tersebut, Senin (9/4). Disebutkannya, dalam kasus ini masyarakat yang sangat dirugikan. Pertamina harus bertanggungjawab atas kerugian tersebut.Walaupun penyelidikan kepolisian terhadap penyebab putusnya pipa distribusi tersebut masih berlangsung, tegas Abdulloh, pihaknya tetap akan menuntut Pertamina untuk ganti rugi. “Kami akan menuntut ganti rugi ke Pertamina. Terkait dalam hal ini pipanya terputus karena apa, itu urusan dia dengan yang membuat putus pipa itu. Kami tahunya itu pipa dia, minyaknya dia. Dan kami sepakat Pertamina harus bertanggungjawab atas kerugian di masyarakat. Kalau tidak mau, kita gugat,” tegasnya. Tim investigasi ini akan secepatnya dibentuk. Untuk kemudian melakukan tugas utamanya meminta pertanggungjawaban ke pihak Pertamina atas kerugian masyarakat. “Kita nggak jadi bikin pansus (panitia khusus) karena Pertamina sudah mengakui kalau itu minyaknya dia. Tapi yang kita kejar ya tanggung jawab, ganti ruginya,” tegas politisi Partai Golkar itu. Seperti diketahui, tumpahan minyak mentah tersebut milik PT Pertamina RU V Balikpapan, akibat putusnya pipa distribusi minyak mentah dari Terminal Lawe-Lawe ke Balikpapan. Ini diakui General Manager PT Pertamina RU V Togar MP, Rabu (4/4) lalu. [bambang]  
sumber berita dan sumber gambar
Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.