Awalnya beberapa kelompok massa aksi menyanyikan lagu Indonesia Raya. Koordinator aksi kemudian memekikkan takbir yang diikuti oleh massa yang hadir. Ia lalu menyerukan nama Prabowo. "Prabowo!" seru koordinator aksi. "Presiden!" jawab massa dengan suara lantang.
Akan tetapi Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon membantah reuni tersebut ditunggangi kepentingan politik.
"Sekarang apa sih yang tidak ada politiknya. Jadi jangan naif lah. Yang penting kita tau kriteria kampanye itu saja kan dan sebagainya. Tapi kalau orang mau ganti presiden apa salahnya," kata Fadli kepada wartawan.
Terkait dengan seruan ganti presiden, Fadli menilai jika hal itu hanyalah bentuk aspirasi. Melihat, banyaknya aksi massa yang hadir dalam kegiatan tersebut, menurut Fadli, hal itu semakin terasa dalam tambahan kekuatan pihaknya dalam menghadapi pesta demokrasi.
'Ini menunjukkan, menurut saya, antusiasme ini memberikan optimisme bagi kita bahwa pemilu bisa berjalan dengan dan lancar dan optimis tentu saja yang kami dukung bisa mendapat dukungan yang semakin besar dari waktu ke waktu," ujar Fadli yang juga Waketum Partai Gerindra itu.
Rasa optimis tersebut, lanjut Fadli, tak dipungkiri jika segala aspirasi dari massa aksi tersebut menunjukkan ke arah itu. "Ya saya kira itu juga menunjukkan,. Karena aspirasinya sebagian besar kan sama," tuturnya.
Untuk itu, dirinya menilai jika adanya nyanyian soal ganti presiden yang menggema titik aksi tersebut menurutnya tak akan menjadi masalah.
"Nggak masalah, emang kenapa kalau kita menyatakan 2019 ganti presiden? Emang mana salahnya, di mana letak kesalahannya dari sudut UU? Enggak ada" terang Fadli.
Kendati demikian, dirinya menilai kegiatan reuni tersebut berjalan lancar dengan selamat. Bahkan dirinya juga mengatakan jika kegiatan hari ini tak seperti diduga sebelumnya.