Kabargolkar.com - Sekretaris TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid mengakui, tantangan dalam Pemilu 2024 adalah menghadapi konten bohong (hoaks) dan fitnah.
“Teknologi berkembang dengan pesat. Ada AI (artificial intelligence), teknologi video dan audio yang juga makin canggih. Namun sayang, bukannya dipakai untuk kampanye kreatif, malah dipakai oleh oknum-oknum tertentu untuk menyebarkan fitnah,” kata Nusron dalam keterangan persnya, dikutip Kamis (15/2/2024).
Ketua Bappilu DPP Partai Golkar ini mengungkapkan, teknologi informasi dan peran serta masyarakat jugalah. Yang kemudian, membantu melawan berbagai hoaks dan fitnah di Pilpres 2024 kali ini.
“Kita justru terbantu dengan masyarakat melek teknologi, terutama anak-anak muda, yang kemudian secara proaktif ikut membongkar dan melawan fitnah itu. Untuk itu kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya,” ucap Nusron.
Oleh sebab itu, Legislator Golkar ini meyakini, kecerdasan masyarakat dalam melawan fitnah dan hoaks juga akan berlanjut dengan kecerdasan dalam memilih pemimpin. Termasuk, ikut berperan serta dalam mengawal suara rakyat pada hari pemilihan tanggal 14 Februari 2024 besok.
“Saya meyakini, besok masyarakat juga akan cerdas dalam memilih. Peran serta masyarakat sangat kita harapkan, selain mengantisipasi kabar bohong juga dalam mengawasi kecurangan di wilayah masing-masing,” harapnya.
“Kawal TPS sampai selesai dan dokumentasikan setiap kecurangan yang terjadi. Jangan sampai suara rakyat dicuri. Insya Allah besok akan menjadi kemenangan rakyat,” pungkasnya.