Dia menuturkan, hilirisasi Copper merupakan bagian dari instrumen pemerintah dalam rangka mewujudkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Bahlil optimis jika nanti pabrik Smelter PTFI beroprasi maka Indonesia telah memiliki bahan yang dibutuhkan untuk memproduksi kendaraan listrik.
"Kalau mau Smelter ini berjalan baik PTFI agar terus melibatkan pengusaha lokal dalam operasinya. Tadi saya sudah dapat laporan jika UMKM disini terlibat aktif, ini harus terus dijaga," tutur Bahlil.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas menyampaikan, pembangunan proyek Smelter Gresik cukup challenging (menantang). Meski demikian, manajemen memiliki komitmen penuh dalam menyelesaikan proyek ini tepat waktu.
"Sejak groundbreaking kami tidak pernah menemui masalah. Masyarakat Gresik juga mendukung penuh proyek ini. Untuk itu, saya ucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah sehingga proyek ini bisa selesai secara ontime sesuai dengan kurva yang disepakati bersama kementrian ESDM," ujar Tony Wenas.
Dia mengungkapkan. Smelter Gresik merupakan pabrik pemurnian tembaga kedua yang dimiliki PTFI. Sebelumnya PTFI bekerjasama dengan Mitsubishi Materials membangun PT Smelting yang telah beroprasi sejak 1990. Nantinya produk yang dihasilkan dari Smelter Gresik terdiri dari 650 ton katoda tembaga, 60 ton emas dan 220 perak pertahun
"Ini adalah Smelter dengan teknologi single line terbesar di dunia yang dibangun oleh putra-putri terbaik bangsa. Semoga ini menjadikan Indonesia semakin diperhitungkan dimata dunia," pungkasnya. (fir)