Kabargolkar.com, Jakarta — Ketua Komisi 1 DPR RI, Meutya Hafid, menyoroti pentingnya sentuhan personal dalam diplomasi, terutama dalam kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Australia. Hal ini ia sampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, di mana ia membagikan pengalamannya mendampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam penandatanganan kerjasama pertahanan dengan Australia.
"Diplomasi bukan cuma kerjasama hitam di atas putih. Tidak cukup formalitas tanpa sentuhan personal. Sejatinya diplomasi adalah pertemanan," tulis Meutya dalam unggahannya.
Ia menekankan pentingnya pendekatan 'good neighbor policy' yang dikedepankan Menhan rasa dan hati dalam diplomasi ala Prabowo, bukan sekadar logika dan akal sehat.
Meutya juga menggambarkan bagaimana menhan menunjukkan perhatian detil dalam setiap aspek penyambutan delegasi Australia, termasuk pemilihan tempat, menu makanan, dan tradisi makan siang bersama perwira di Akademi Militer. Bahkan, Prabowo sendiri memeriksa kebersihan Aula Graha Utama, tempat penandatanganan kerjasama, sebelum acara dimulai.
Tak hanya itu, kata Meutya semangat persahabatan juga tercermin dalam momen-momen informal seperti bernyanyi dan menari, yang merupakan tradisi perwira di Indonesia.
"Wakil PM Australia Richard Marles menyampaikan kepada saya ketika makan siang di sebelah saya, dia sedikit nervous setiap ada menyanyi dan menari. Diapun hampir tidak pernah menari. Tapi dia akhirnya ikut menari," ungkap Meutya.
Menurut Meutya, semangat persahabatan ini merupakan modal awal yang penting dalam menghadapi tantangan geopolitik di kawasan. Meskipun tantangan tersebut tidak mudah diselesaikan, modal awal berupa 'trust' dan komitmen antara Indonesia dan Australia dalam mengawal kerjasama pertahanan (DCA) menjadi langkah penting menuju perdamaian kawasan.
Di akhir pesannya, Meutya juga memberikan pesan kepada para diplomat Indonesia agar tidak kaku dalam menjalankan tugas. "Sekali lagi, berdiplomasi adalah bersahabat," tutupnya. Ia juga menyampaikan dorongan semangat kepada para taruna Akademi Militer (Akmil) untuk terus berjuang dan semangat dalam meniti karier mereka.