Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Doli Kurnia Akui Tetap Berjiwa Aktivis Meski Sudah Jadi Politisi
  Irman   12 Oktober 2024
Foto: Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia Tanjung (Dok pribadi Ahmad Doli Kurnia Tanjung)

Kabargolkar.com - Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengaku tak pernah membayangkan dirinya
akan bergelut dengan dunia aktivisme, bahkan sampai sekarang. Meski kini dikenal sebagai politisi, namun dunia aktivis tak benar-benar bisa terpisah dari diri Doli.

Tercatat, Doli merupakan Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, organisasi alumni HMI. Selain itu, ia juga aktif di organisasi keagamaan Al-Washliyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) RI dan Kosgoro.

Tak hanya aktivisme lokal dan nasional, mantan Ketua Komisi II DPR RI itu juga pernah berkiprah di gerakan regional dan global periode 2010-2015, saat dipercaya sebagai Vice-President of World Assembly of Youth (WaY) dan President of International of Youth Movement for Climate Change (IYMCC).

"Saya kira hidup itu pilihan ya, memang sejak kecil saya suka berorganisasi. Jadi sepertinya aktivisme tidak bisa saya tinggalkan sampai kapan pun. Ada kepuasan batin bila berhasil mendorong satu idealisme atau agenda orang banyak," ujar Doli dalam keterangannya, Sabtu (12/10/2024).

Meski begitu, ia mengatakan menjadi aktivis memiliki risiko, termasuk membagi waktu dengan dunia profesional (pekerjaan). Doli sebelumnya juga pernah bekerja sebagai staf hingga posisi menengah beberapa tahun. Namun, aktivisme tak pernah benar-benar bia ia tinggalkan.

"Pernah saat menjadi pengurus PB HMI, saya sambil bekerja saat itu. Nah sering kali setelah ngantor, tidak langsung pulang, melainkan mampir Sekretariat HMI. Bahkan juga sering nginep di sana," ucapnya.

Doli mengungkapkan kecintaannya pada dunia aktivis dipengaruhi tiga hal. Pertama, kesempatan memperjuangkan kepentingan banyak orang. Misalnya bila ada ketidakadilan atau kebijakan yang salah, aktivis akan selalu tampil ke depan. "Saya suka mengadvokasi masyarakat, atau lingkungan sejak di kampus," ungkap Doli.

Kedua, memperkuat jaringan. Sebab, di dunia aktivis, sangat mungkin untuk bertemu semua lapisan masyarakat yang relatif lebih mudah. "Mulai dari dari rakyat biasa hingga Presiden bisa ditemui oleh aktivis, dalam konteks memperjuangkan common interest. Dengan demikian kita akan mendapatkan picture yang lebar terkait suatu peristiwa atau policy," katanya.

Ketiga, menguji diri untuk tidak sombong, terus belajar dan siap bekerja sama. Pasalnya, dalam dunia aktivisme, kolaborasi dan sinergi menjadi kebutuhan mutlak agar misi yang dijalankan berhasil.

"Nggak ada ceritanya sombong-sombong di dunia aktivis karena semua orang di sana pintar-pintar. Jadi, saya justru banyak bertanya dan mencari sesuatu yang baru. Makanya perkawanan di aktivis biasanya sangat kuat, meskipun saat kita menjadi politisi bisa berbeda pandangan dan posisi, namun di atas semuanya, pertemanan dan persaudaraan lebih utama", imbuh politisi Golkar itu.

Pria kelahiran Medan ini bercerita mulai berkenalan dengan organisasi saat SMP. Saat itu, ia ditunjuk sebagai Ketua Kelas. Lalu semasa SMA, ia banyak terlibat menjadi remaja masjid dan kegiatan sosial keagamaan lainnya.

Lulus SMA, Doli merantau ke Jawa, dan berkuliah di jurusan Matematika Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bandung. Berkat pengalaman organisasinya, saat tahun-tahun awal di kampus, ia sudah dipercaya sebagai Ketua Angkatan Jurusan Matematika, lalu sebagai Ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM Unpad)

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.