Bamsoet Beri Ajakan Sambut Pilkada Dengan Sukacita dan Mengamalkan Persatuan Indonesia
Oleh Suryo · · Kabar Nasional
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), dari sekitar 545 daerah atau 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota yang mengikuti pemilihan kepala daerah atau Pilkada 2024, 41 daerah diantaranya hanya memiliki satu pasangan calon dan akan berhadapan dengan kotak kosong. Hal itu diungkapkan oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo atau Bamsoet dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama Alumni Lintas Angkatan SMPN 49 Jakarta, di Gedung Nusantara IV MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin, 9 September 2024.
Menurutnya, tren calon tunggal dalam pilkada terus meningkat setiap tahunnya. Bamsort menilai, putusan MK No.60/PUU-XXII/2024 yang mengubah ambang batas pencalonan kepala dan wakil kepala daerah pun tidak mampu membendung partai politik yang di beberapa daerah hanya mencalonkan calon tunggal.
"Ada banyak faktor penyebabnya. Misalnya karena figur calon di daerah sudah terlalu kuat, sehingga tidak ada yang mau melawannya. Bahkan calon perseorangan pun juga tidak mau maju melawan,” katanya.
Bamsoet mengatakan, meningkatnya tren calon tunggal mengindikasikan bahwa ada banyak hal yang perlu dibenahi dalam penyelenggaraan pilkada. Dari mulai politik berbiaya tinggi hingga manajemen rekrutmen partai politik yang perlu ditingkatkan agar dapat menghasilkan lebih banyak kader berkualitas yang dapat menjadi calon pemimpin di tingkat daerah.
Bamsoet menekankan kepada seluruh elemen bangsa harus mawas diri menghadapi pilkada mendatang karena persaingan dan tensi politik bisa jadi tidak kalah tinggi dibandingkan pileg dan pilpres. Kesuksesan pemilihan umum atau Pemilu 2024 harus dijadikan pegangan agar pilkada mendatang tidak menorehkan perpecahan di masing-masing daerah.
"Politik sekadarnya, persaudaraan kebangsaan selamanya. Mari jaga dan amalkan salah satu sila Pancasila, Persatuan Indonesia. Mari sambut pilkada dengan sukacita, jangan jadikan pilkada sebagai sumber dukacita," kata Bamsoet.
Bamsoet mengatakan, pengimplementasian Pancasila dalam politik kebangsaan oleh para elite politik sangat penting. Mengingat akhir-akhir ini, nilai-nilai Pancasila mulai sering dipertanyakan manifestasinya, dijauhkan dari jangkauan dari publik, dan bahkan dikesampingkan sebagai rujukan dalam praktik kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Tag: Bamsoet, golkar, ketuamprri