[caption id="attachment_17483" align="aligncenter" width="700"]
Bertempat di Graha Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pendidikan politik yang diselenggarakan, Minggu (23/12/2018) dihadiri lebih dari 250 orang yang merupakan kader partai, simpatisan dan masyarakat umum. (ist)[/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA - Partai Golkar konsisten menjalankan pendidikan politik guna menyadarkan warga negara akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Menyambut Hari Ibu, Christina Aryani, yang menjabat Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, menggandeng Adhinusa, Bendahara DPD Partai Golkar DKI Jakarta menyelenggarakan pendidikan politik bagi perempuan, dengan mengambil tema Pembelajaran Politik Bersih bagi Masyarakat.
Bertempat di Graha Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pendidikan politik yang diselenggarakan, baru-baru ini (23/12/2018) dihadiri lebih dari 250 orang yang merupakan kader partai, simpatisan dan masyarakat umum.
Dengan beberapa narasumber, salah satunya dari Bawaslu DKI Jakarta, peserta mendapatkan pencerahan akan pentingnya peranan perempuan demi mewujudkan pemilu partisipatif, politik bersih untuk menjaga akuntabilitas parlemen, dan representasi perempuan dalam politik guna peningkatan penyerapan aspirasi perempuan.
Christina Aryani yang akan maju mewakili dapil Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri untuk DPR-RI dalam pileg mendatang, ini menjelaskan bahwa secara jumlah pemilih perempuan melebihi pemilih laki-laki, namun faktanya keterwakilannya di parlemen masih jauh dari 30% kebijakan affirmatif yang dicanangkan undang-undang.
“Kita baru sanggup memenuhi 17% quota, ini belum cukup untuk memastikan keprihatinan dan kepentingan perempuan bisa maksimal terakomodasi dalam legislasi”, ujarnya.
Penting bagi perempuan pemilih untuk juga memilih caleg perempuan yang kompeten, punya rekam jejak mumpuni dan memiliki dukungan politik dari partai pengusungnya agar agenda-agenda politik perempuan di konstituen bisa optimal diperjuangkan, tambah Christina.
Sementara, Adhinusa, yang bakal maju di tingkat DPRD DKI Jakarta Dapil 7 ini menyoroti pentingnya politik bersih demi menjaga akuntabilitas lembaga perwakilan rakyat.
“Sebagai wakil rakyat, anggota DPR dan DPRD dipercaya rakyat melalui pemilu untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Ketika proses pemilihan itu diciderai dengan politik uang yang muncul adalah wakil-wakil rakyat yang akan bekerja keras membayar kembali investasi politik uangnya dengan cara korupsi," pungkasnya. (
tribun)