"Karena itu, saya ingin kita semua memantapkan nilai-nilai kebangsaan, Pancasila kita. Indonesia sebagai sebuah negara dianugerahkan oleh Tuhan yang Maha Kuasa, segalanya, kekayaan alam yang luar biasa. Indonesia akan menjadi pusat pertempuran kepentingan bangsa-bangsa lain," ujarnya.
Kang Ace mengingatkan, banyak negara yang ingin melihat bangsa Indonesia tetap solid. Tapi ada juga negara yang melihat jika Indonesia maju, mereka akan tertinggal. Bahkan ada negara lain yang ingin Indonesia tidak pernah bisa jadi negara maju walaupun semua potensi dimiliki dari hulu sampai hilir.
"Oleh sebab itu, Presiden Prabowo melanjutkan program hilirisasi dan industrialisasi. Saya kira program itu perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak, terutama dunia usaha atau pelaku ekonomi. Pencanangan pertumbuhan ekonomi Indonesia 8 persen akan berhasil kalau para pelaku usaha memberikan dukungan, bukan semata-mata mencari cuan, tapi memajukan perekonomi bangsa," tandas Kang Ace.
Dalam kesempatan itu, Kang Ace juga menyinggung soal kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Menurut Kang Ace, efisiensi bukan untuk menyusahkan rakyat. Tetapi efisiensi bertujuan untuk mengalokasikan anggaran untuk kepentingan yang lebih besar bagi bangsa ini.
"Pertama, Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kedua Badan Pengelola Investasi Danantara. Dengan adanya badan ini akan mendorong bagi investasi dan membiayai proyek-proyek strategis yang terkait dengan sektor hajat kehidupan rakyat," ujarnya.
Kang Ace juga mengapresiasi dunia usaha yang berinisiatif menyelenggarakan kegiatan PPMK kolaboratif dengan Lemhanas RI. "PPMK merupakan bagian dari salah satu unsur Asta Cita Presiden Prabowo, yaitu, memantapkan nilai-nilai Pancasila dan demokrasi," tutur Gubernur Lemhanas RI.
Untuk diketahui, kegiatan PPNK Angkatan ke-2017 itu diikuti 32 peserta. Para peserta akan mendapatkan materi Wawasan Nusantara (Geopolitik), Ketahanan Nasional (Geostrategi), Kewaspadaan Nasional, dan Kepemimpinan Nasional.
Materi utama, 4 Konsesus Dasar Bangsa (Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika). Materi penunjang, pengantar nilai-nilai kebangsaan dari sejarah perjalanan bangsa dan literasi digital guna memperkuat syber security, dan membangun bangsa melalui Asta Cita.