Totalitas Pada Bangsa, In Memoriam Prof. Suhardiman, SE
Oleh Kabar Golkar · · Kabar Nasional
Suhardiman sungguh menyadari bahwa sikap tersebut telah membingungkan kader, namun dia tetap berjalan dengan penuh keyakinan. Dia yakin inilah tugas yang mesti dia tuntaskan sebagai jawaban atas pertanyaan yang telah lama dia gumuli: mengahantarkan seorang Satrio Piningit untuk membawa Indonesia ke jalan ke jalan kejayaan. Tipe pemimpin seperti itu rupaya ditemukan Sudardiman dalam diri Jokowi.
Suhardiman memang tidak dapat lama menyertai dan menyaksikan perjalanan kepemimpinan Jokowi-JK dengan berbagai gebrakan dan terobosannya. Pada 13 Desember 2015, tepat tiga hari sebelum hari ulang tahunnya yang ke-92, bapak dan guru politik bagi banyak kalangan itu menghadap Sang Khalik, Penciptanya. Kenangan akan sosok teguh Suhardiman kembali mengemuka dan terasa dibutuhkan di tengah kondisi mengerasnya pengelompokan masyarakat yang ditandai dengan intoleransi, ekstrimisme dan berbagai ujaran kebencian. Hal ini tentu harus menjadi panggilan tugas sejarah bagi para kader bangsa yang mencintai masyarakat dan bangsanya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tiga tahun belakangan, kemeriahan dan kesibukan turnamen catur di bulan Desember sudah tidak ada, seiring dengan hadirnya jawaban atas pertanyaan mengusik tentang ‘apa maksud dan tugas kebangsaan seiring dengan aanugrah umur panjang Suhardiman’. Prediksi dan keterlibatan penuh dalam menghantarkan kepemimpinan nasional Jokowi-JK seolah mejadi jawaban dan karya pamungkas Suhardiman di tengah masyarakat-bangsa menuju kejayaan Indonesia di tahun 2045.
Valentino Barus, Aktivis SOKSI dan Mantan Sekretaris Pribadi Prof. Suhardiman, SE