Totalitas Pada Bangsa, In Memoriam Prof. Suhardiman, SE
Oleh Kabar Golkar · · Kabar Nasional
Usia memang bukan halangan bagi Suhardiman untuk terus memikirkan masa depan bangsanya. Dengan optimis dia mengatakan bahwa tujuan dan cita-cita kemerdekaan berupa Indonesia Raya III (setelah Sriwijaya pada abat VII dan Majapahit abat XIV) akan terwujud pada abat XXI, tepatnya pada tahun 2045 atau satu abad setelah proklamasi 1945, katanya. Kita tidak perlu mencapai masa itu lebih lama selama Bangsa Eropa (Perancis dan Inggris) yang berjuang sejak Revolusi Industri, Amerika sejak Declaration of Independence, atau Jepang sejak Meiji Restorasi, katanya lagi. Saya memang tidak akan menikmati dan menyaksikan masa kejayaan tersebut tetapi saya mau ikut mengukir tinta emas dalam peletakan dasar-dasar pondasinya, tegas Suhardiman.
Tekad untuk ikut bersumbangsih dalam perjalanan bangsanya kerap diungkapkan di tahun-tahun terakhir hayatnya. Dalam beberapa kesempatan almarhum kerap melontarkan pertanyaan: "Tuhan memberi saya usia panjang tentu ada maksudnya, apa ya?". Almarhum sering mengundang orang-orang di sekelilingnya berdiskusi tentang tugas apa gerangan yang belum tuntas beliau jalankan semasa hidupnya. Tak ada yang bisa meraba-raba jawabannya.Titik terang mulai kelihatan sekitar bulan Maret 2013 ketika Sehardiman yang kerap dijuluki "dukun politik" dengan mantab memprediksi bahwa pemimpin bangsa ke depan adalah Jokowi. Sontak prediksi dan pernyataan tersebut menjadi diskursus baru dan kebingungan di tengah masyarakat. Pada saat itu usia kepemimpinan Jokowi sebagai gubernur DKI baru sekitar 6 bulan. Tak kurang dari Presiden Jokowi sendiri, dalam kunjungannya (setelah diumumkan oleh KPU sebagai pemenang) ke kediaman Suhardiman mengungkapkan hal serupa. “Saya baru pada tahap mengenal dan memetakan permasalahan di DKI, tetapi Bapak sudah memunculkan nama saya,” kata Jokowi pada kunjungan tersebut.
Suhardiman tidak sebatas menyampaikan prediksinya, sebagaimana prediksinya tentang kejayaan nusantara, dia pun all out berjuang bagi kesuksesan Jokowi dalam Pilpres 2014. Tak henti-hentinya dia bersuara agar Partai Golkar mengalihkan dukungan dari pasangan Prabowo-Hatta ke pasangan Jokowi-JK. Diapun tegas menginstruksikan agar segenap kader SOKSI memberikan dukungan pada Jokowi-JK.