Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
DPP Golkar Usul ke Presiden Prabowo Gunakan Soft Diplomacy di tengah Konflik Iran-Israel yang Kian Memanas
  Muzaki   25 Juni 2025
Ali Mochtar Ngabalin, Ketua Bidang Politik Luar Negeri dan Internasional DPP Partai Golkar

Jakarta - DPP Partai Golkar mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menggunaan soft diplomacy dalam meredam ketegangan geopolitik global, terutama di tengah perang Iran-Israel yang kian memanas. 

Adapun usulan tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Politik Luar Negeri dan Internasional Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Ali Mochtar Ngabalin. Ia mengatakan, usulan tersebut telah diterima oleh Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia dan sudah disampaikan kepada Presiden Prabowo.

“Kami telah menyampaikan kepada ketua umum, bapak Bahlil, karena itu saran partai Golkar, dan telah disampaikan kepada bapak Presiden Prabowo Subianto tentang soft diplomacy. Tidak ada di seluruh dunia punya strategi seperti itu,” kata Ngabalin yang dikutip dari keterangannya, senin (23/6/25).

Ngabalin mengingatkan bahwa pendekatan serupa pernah dilakukan oleh Presiden Soekarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955. Saat itu, dunia terbagi ke dalam dua blok besar, Barat dan Timur, sementara Indonesia mengambil posisi netral melalui gerakan non-blok.

Ia menyebut pidato Presiden Prabowo yang disampaikan beberapa waktu lalu menunjukkan kekhawatiran yang sangat dalam, mirip dengan ketegangan global pada 1962 saat krisis rudal Kuba memuncak antara Uni Soviet dan Amerika Serikat (AS).

“Sehebat apa pun kecanggihan senjata, dampaknya tetap sampai ke Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, kekhawatiran itu menjadi dasar Presiden Prabowo membuka ruang untuk pendekatan damai lewat dialog. Prabowo, kata dia, menilai diplomasi tanpa senjata dan tanpa nuklir adalah satu-satunya jalan rasional di tengah situasi yang makin tidak menentu.

Golkar menilai Indonesia memiliki modal besar untuk memainkan peran itu. Dengan politik luar negeri bebas aktif yang konsisten sejak era kemerdekaan, Indonesia dinilai punya kredibilitas tinggi di mata dunia.

Ngabalin juga menyebut sejumlah tokoh diplomasi Indonesia seperti mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas, Hasan Wirajuda hingga Menteri Luar Negeri saat ini sebagai contoh peran aktif Indonesia di kancah global. Kini, menurutnya, soft diplomacy itu juga diteruskan oleh Presiden Prabowo saat ini.

“Diplomasi yang menggunakan hati nurani, yang itu hanya bisa dilakukan oleh sebuah negara yang namanya Indonesia,” tegasnya.

Seperti yang telah diketahui, perang Iran-Israel kian memanas dalam beberapa hari terakhir. Situasi itu diperparah dengan keterlibatan Amerika Serikat, yang ikut-ikutan membantu Israel menyerang tiga situs nuklir Iran, Minggu (22/6). Serangan ini dikhawatirkan banyak pihak, karena bisa memicu eskalasi konflik yang lebih luas.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.