Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Menteri Maman; Perang Iran vs Israel, UMKM RI kena Dampak?
  Muzaki   30 Juni 2025
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman

KabarGolkar, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
Maman Abdurrahman buka-bukaan terkait kondisi UMKM Indonesia di tengah memanasnya perang Israel dan Iran. Diketahui bahwa perang kedua negara tersebut meletus pada Jumat (13/6), saat Israel menyerang Ibu Kota Iran, Teheran.

"Dari sisi UMKM, apapun situasi global yang terjadi, bagi kami Kementerian UMKM, prioritas pertama kami adalah melakukan pemberdayaan, perlindungan, serta optimalisasi penggunaan produk-produk UMKM di Indonesia," kata Maman saat ditemui wartawan di Gedung Smesco, Jakarta, Selasa (24/6/25).

Ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menggodok Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan UMKM bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Polkam). Ia menyebut, tengah mencari formulasi pembentukan satgas tersebut.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan rapat koordinasi dan monitoring terkait perlindungan hukum bagi UMKM. Bentuk konkret yang telah dilakukan pihaknya terkait hal ini adalah menggelar Festival Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM yang saat ini sudah berjalan di tiga wilayah dari target sebanyak 18 titik.

"Saya pikir selain terlepas dari Satgas itu terbentuk atau tidak, rapat-rapat koordinasi, monitoring, dan evaluasi sudah berjalan. Salah satunya juga di beberapa isu, masalah-masalah isu perlindungan hukum juga tetap kita lakukan," tutup Maman.

Diberitakan sebelumnya bahwa Satgas Perlindungan UMKM dibentuk untuk menyelesaikan persoalan yang dialami pengusaha, salah satunya utang rentenir. Maman menyebut, jeratan utang rentenir ini terjadi akibat sulitnya akses pembiayaan.

"Saya ingin infokan, mohon doanya dalam waktu dekat, insyaallah habis Lebaran kami Kementerian UMKM akan membentuk Satgas Perlindungan Terhadap UMKM," kata Maman, dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VII DPR RI, Senayan, Selasa (18/3).

Kementerian UMKM juga resmi meluncurkan program Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi (LAKSMI) yang diharapkan akan memberikan pelatihan literasi keuangan dan pemasaran digital secara daring kepada 600 wirausaha perempuan ultra mikro dengan menunjuk DKI Jakarta dan Ternate sebagai daerah percobaan.

Ia menyebut bahwa program tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama antara Kementerian UMKM dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A). Ia menyebut program LAKSMI khusus menjaring pengusaha ultra mikro yang dijalankan perempuan.

"Dari acara ini kita akan menjaring kurang lebih berapa ribu pengusaha mikro, nanti disaring dan tentunya akan dicari pengusaha-pengusaha terbaik," ungkap Maman.

Ke depan, ada sebanyak 75 peserta terpilih yang nantinya menerima hibah masing-masing senilai US$ 500 atau sekitar Rp 8 juta. Dana tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Untuk di DKI Jakarta sendiri, program LAKSMI akan diikuti 800 perempuan pengusaha UMKM. Sementara di Maluku Utara, ada sekitar 400 perempuan pengusaha UMKM.

"Di sini kita akan melakukan pendampingan, pelatihan, secara berkelanjutan, ada serius yang mereka akan ikuti sampai pada akhirnya nanti akan menghasilkan usaha-usaha mikro yang terbaik

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.