Pidato Lengkap Ketum Bahlil dalam Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Oleh Rudy · · Kabar Nasional
Saya cerita sedikit pengalaman. Bapak Ibu semua. Ketika saya jadi Bendahara Partai, dulu DPP ini main janji-janji saja. Benar nggak? Setiap Ketua Umum turun, atau pengurusnya turun, nanti bantu ini ya. Bantu ini ya, bikin program. Pulang, nggak ada yang ditinggalkan. Bantu sana, bantu sini, program sana. Nggak turun-turun juga barang itu. Dikirain DPD I, DPD II itu adalah semuanya bisa dieksekusi.
Saya sudah tegaskan kepada Sekjen dan Bendahara Umum. Di periode saya, Insya Allah pengalaman-pengalaman yang menyakitkan bagi DPD II dan DPD I dengan janji-janji, Insya Allah saya tidak akan melakukan hal yang pernah saya rasakan. Kalau tidak bisa kita kasih, jangan janji. Karena bagi orang yang sering menjanji, itu bagus. Tapi akan jauh lebih baik kalau bisa eksekusi janji-janjinya.
Bapak, Ibu semua hadirin yang berbahagia.
Dalam perspektif itu kemudian, sebagai ketua umum terpilih di Munas harus berjalan pada kerangka keputusan Munas. Munas telah mengamanatkan kita pada dua hal. Yang pertama adalah bagaimana bisa kita meningkatkan kursi DPR RI di Pemilu 2029 nanti. Yang kedua adalah mengawal pemerintah sebagai bagian konsekuensi daripada partai yang mengusung dan memperjuangkan pemerintah serta masuk dalam koalisi. Kita nggak boleh masuk dalam koalisi-koalisi banci. Nggak boleh.
Saya tidak tahu kalau ketua umum dulu ya, yang bisa maju-mundur, maju-mundur. Saya ini nggak bisa karena sopir angkot itu maju aja. Mundurnya nggak bisa gitu loh. Gitu. Saya nggak bisa disuruh tarik-mundur, tarik-mundur itu nggak bisa. Kelakuan orang timur itu kalau sudah A, ya A. Nggak pernah B, C, D. Dan kami nggak berpandai untuk main silat lidah untuk begono-begono-begono. Pele putus malintang patah. Nggak ada cerita barang ini.
Bapak, Ibu semua, dalam konteks itu, maka tidak akan mungkin kita bisa mencapai target peningkatan kursi tanpa konsolidasi. Dan alhamdulillah, saya terima kasih kepada pengurus DPP Partai Golkar, kepada semua senior-senior, kepada semua teman-teman daerah. Saya ingin menyampaikan kepada Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Etik, dan Mahkamah Partai, dari 38 DPD, kita sudah berhasil melaksanakan musda di 30 DPD. Tinggal 8, Kanda Andi Mattalatta, tinggal 8 DPD. Dan satu lagi, janji saya dulu di Munas ketika saya terpilih, saya tidak akan pernah melakukan musda di DPP Partai Golkar. Menurut saya itu pelanggaran konstitusi.
Tag: Pembukaan, Rapimnas, Golkar, Bahlil