Kabar Golkar

Pidato Lengkap Ketum Bahlil dalam Pembukaan Rapimnas Partai Golkar

Oleh · · Kabar Nasional

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia saat membuka Rapimnas Golkar di Gedung DPP Partai Golkar, Jakarta, (20/12).
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia saat membuka Rapimnas Golkar di Gedung DPP Partai Golkar, Jakarta, (20/12).

Musda itu yang di daerah, bukan di DPP. Hanya dua saja, nyali ketua umumnya yang becek, atau ada main-main, itu saja. Dan saya sudah sepakat untuk sisanya pun, dari 30 itu nggak ada yang deadlock, nggak ada yang dibawa ke pusat, dan semuanya Musda daerah, dan delapannya lagi kita akan melakukan Musda di daerah.

Bahwa dalam prosesnya ada negosiasi, ya namanya saja Golkar. Golkar ini nggak ada bola aja main, apalagi ada bola. Dan itu seni. Itu seni. Seni barang ini. Seni olah-mengolah.

Kenapa ini kita lakukan? Pasti banyak yang mengatakan loh, kenapa tidak seperti fight, berantem, apa segala macam. Fight itu ada dua, bisa di ruangan, atau negosiasi sebelumnya. Kita butuh kekompakan, Bapak-Ibu semua. Kita butuh kekompakan. Tidak akan mungkin partai ini besar tanpa kesulitan. Saya belum menemukan satu teori kepemimpinan dalam mengelola sebuah organisasi, yang mana organisasi itu akan survive dan mencapai tujuan tanpa ada kekompakan dan leadership yang baik. Saya belum menemukan teori itu. Atau mungkin karena saya kuliah tidak ada di Google kali. Tapi kalau ada di Google, untuk saya temukan, ya tolong sampaikan kepada saya.

Harapan saya adalah konsolidasi di tingkat provinsi, harus selesai paling lambat awal tahun depan. Dan saya minta kepada teman-teman DPD II harus kita melakukan konsolidasi. DPD I, DPD II, DPD II kecamatan, dan desa. Hanya ini salah satu kunci untuk kita bisa survive.

Bapak-Ibu semua, target kita ke depan adalah target bagaimana meningkatkan kursi. Urusan lain-lain boleh kita bicara lagi nanti di forum yang lain. Tapi saya ingin mengatakan bahwa kita harus komitmen dan kita harus mengawal keputusan Munas. Dan keputusan Munas itu adalah mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran sampai selesai. Kapan selesainya? Tanya kepada Bapak Presiden Prabowo.

Dan sudah tentu kita harus rumuskan dengan mekanisme-mekanisme partai. Kalau saya fair aja, fair aja. Nah, dalam konteks itu, Bapak-Ibu semua, kita butuh survival. Nah, biasanya untuk menuju kepada survival itu ada yang namanya deep-steep. Ada kelompok yang merasa nyaman, ada kelompok yang merasa berpengaruh betul untuk bisa menahan lajunya tujuan perahu itu. Dan untuk menghadapi yang kelompok deep-steep, saya berpendapat bahwa kita harus melakukan apa yang disebut dengan to be or not to be.

Tag: Pembukaan, Rapimnas, Golkar, Bahlil