Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Sarmuji Ungkap Warisan Pemikiran Mbah Wahab dalam Menyelesaikan Konflik
  Muzaki   01 September 2026
Sekjen Partai Golkar / Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji saat acara Bedah Buku Penyirep Gemuruh karya KH Abdul Wahab Chasbullah yang digelar di Masjid Gedang PPBU Tambakeras, Jombang, (29/8). Foto: detik.com

Jakarta – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar yang sekaligus Ketua
Fraksi Partao Golkar,  Muhammad Sarmuji menilai pemikiran salah satu ulama besar sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab, tetap memiliki relevansi kuat hingga saat ini. Gagasan dan keteladanan Mbah Wahab, menurutnya, dapat menjadi pelajaran dalam menghadapi berbagai persoalan dan perbedaan di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sarmuji dalam bedah buku Penyirep Gemuruh karya KH Abdul Wahab Chasbullah di Masjid Gedang PPBU Tambakeras, Jombang, Sabtu (29/8/26). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyemarakkan Muktamar ke-35 NU.

Bedah buku tersebut juga menghadirkan penemu naskah kuno dari Komunitas Pegon Banyuwangi, Ayung Notonegoro, serta Fathul H Panatapraja yang merupakan penerjemah sekaligus penulis buku Penyirep Gemuruh.

Dalam pemaparannya, Sarmuji menjelaskan bahwa kisah yang tertuang dalam kitab tersebut memperlihatkan karakter NU dalam menghadapi dan menyelesaikan persoalan. Salah satunya tercermin dalam cara KH Abdul Wahab Chasbullah meredam konflik terkait perluasan Masjid Paneleh di Surabaya.

Menurut Sarmuji, pendekatan yang digunakan Mbah Wahab mencerminkan nilai-nilai utama NU yang mengedepankan sikap moderat, keseimbangan, toleransi, dan keadilan.

“Karakter NU yang selama ini kita pahami sebagai tawassuth, tawazun, tasamuh, i'tidal. Yaitu moderat, toleran, lalu tawazun itu seimbang, dan i'tidal yaitu adil," ujar Sarmuji.

Ia mengatakan, keteladanan Mbah Wahab juga terlihat dari caranya membuka ruang bagi berbagai pandangan dalam mencari penyelesaian sebuah persoalan. Dalam proses tersebut, Mbah Wahab tidak hanya mempertimbangkan pandangan ahli fikih, tetapi juga mendengarkan masukan dari pihak lain sesuai bidang keahliannya.

Bagi Sarmuji, pendekatan tersebut menjadi contoh bahwa konflik tidak harus selalu diselesaikan dengan mempertajam perbedaan. Sebaliknya, dialog, sikap terbuka, keseimbangan, dan upaya menemukan titik temu menjadi bagian penting dalam meredam ketegangan.

Ia menilai cara berpikir Mbah Wahab masih sangat relevan untuk menghadapi dinamika masyarakat saat ini yang kerap diwarnai perbedaan pandangan dan berbagai kegaduhan sosial.

Menurutnya, pemikiran Mbah Wahab mengajarkan bahwa perbedaan tidak harus berujung pada konflik berkepanjangan. Setiap persoalan dapat dihadapi melalui musyawarah dan pencarian solusi bersama dengan tetap mempertimbangkan berbagai kepentingan.

Sementara itu, Ayung Notonegoro menceritakan proses panjang penemuan naskah kuno Penyirep Gemuruh. Ia mengatakan kitab tersebut ditemukan sekitar tahun 2016 atau 2018 ketika dirinya melakukan riset mengenai sejarah NU di Banyuwangi atas tugas dari PCNU setempat.

Dalam proses penelitian, Ayung mengunjungi Pesantren Lateng di Banyuwangi dan menemukan dua lemari milik Kiai Saleh yang berisi berbagai kitab tua. Kedua lemari tersebut diketahui telah tergembok selama belasan tahun dan belum pernah dibuka.

Saat itu, kata Ayung, terdapat cerita yang berkembang di lingkungan masyarakat bahwa orang yang membuka lemari tersebut dapat mengalami hal buruk. Kondisi itu membuat koleksi kitab kuno di dalamnya tidak banyak diakses.

Ayung kemudian melakukan pendekatan kepada keluarga ahli waris untuk memperoleh izin membuka lemari tersebut. Proses membangun komunikasi dan kepercayaan dengan keluarga pesantren membutuhkan waktu sebelum akhirnya izin diberikan

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.