meresapi realitas penderitaan rakyat, karena dia sendiri tidak pernah tumbuh dalam perkaderan politik, yang merupakan kawah candradimuka bagi calon-calon pemimpin bangsa,” papar Erwin Ricardo Silalahi, yang pernah menjadi Anggota Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPP KNPI periode 1993-1996.
Menurut Erwin Ricardo Silalahi, caleg yang bermodalkan popularitas semu dan politik uang, tidak akan memahami dan menghayati, apalagi mengamalkan garis perjuangan dan ideologi politik dari partai politik yang mencalonkannya.
“Saya mengimbau masyarakat Jakarta Timur untuk terus-menerus meningkatkan kesadaran politiknya, agar tidak gampang tertipu oleh kamuflase politik yang dimainkan oleh oknum-oknum politikus aji mumpung dan karbitan,” imbau Erwin Ricardo Silalahi yang adalah Ketua DPP AMPI Periode 2003-2008 hasil Munas Pandaan-Jawa Timur.
Dalam hal kesadaran politik masyarakat pemilih, Erwin Ricardo Silalahi telah menyelenggarakan dua kali kegiatan pendidikan politik bagi warga Jakarta Timur, yakni pada bulan Desember 2018 dan Januari 2019. Dalam dua kegiatan tersebut, dua tokoh senior Partai Golkar hadir pada kesempatan berbeda, yakni Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar Agung Laksono, dan Ketua Umum Partai Golkar periode 1998-2004, Akbar Tandjung, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar.
Agung Laksono yang hadir sebagai
keynote speaker pada acara pendidikan politik tanggal 22 Desember 2018, maupun Akbar Tandjung yang hadir sebagai
keynote speaker pada tanggal 12 Januari 2019, sama-sama mengajak warga masyarakat Jakarta Timur untuk menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan bermartabat. Kedua tokoh senior yang pernah menjabat posisi Ketua DPR RI itu mengingatkan masyarakat untuk memilih Caleg yang sungguh memahami ideologi partai, tuntas dalam hal spirit dan tindakan kebangsaannya, serta telah terbentuk karakter ketokohannya sebagai politisi yang inklusif yang mampu mengayomi semua konstiuen pemilih dari berbagai latar belakang suku, agama, ras, antar-golongan.
Dalam kegiatan pendidik politik itu, hadir pula narasumber lainnya yakni Viktus Murin, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar yang juga Sekretaris Badan Kajian Strategis dan Intelijen (Bakastratel) DPP Partai Golkar. Pada masa kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto ini, Ketua Bakastratel dipercayakan kepada Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko.
Jangan Pilih ‘Caleg Hantu’
Dalam kesempatan berdialog dengan masyarakat Jakarta Timur di setiap titik pertemuan, Erwin Ricardo juga mengingatkan sekaligus mengajak warga Jakarta Timur untuk tidak memilih Caleg bertipe hantu.
“Ibaratnya, hantu bisa melihat kita, tetapi kita sulit atau bahkan tidak bisa melihat hantu. Jadi, Caleg bertipe hantu itu adalah wakil rakyat yang selama masa jabatan lima tahun sebagai legislator, tidak bisa ditemui oleh konstituen pemilihnya. Yang bersangkutan akan muncul secara tiba-tiba atau sekonyong-konyong, pada momen menjelang pemilu berikutnya,” tegas Erwin Ricardo Silalahi, peraih predikat Peserta Terbaik Kader Fungsional (Karsinal) Pemuda DPP Golkar tahun 1996.
Erwin Ricardo Silalahi yang sudah menjadi kader Golkar semenjak tahun 1987 ini mensinyalir, caleg bertipe hantu ini, lazimnya datang hanya untuk mencari simpati dan merayu para calon pemilih dengan bergaya sinterklas.
“Oknum-oknum caleg bertipe hantu ini biasanya datang dengan membawa-bawa sembako, dan melakukan modus politik uang melalui serangan fajar,” ungkap Erwin Ricardo Silalahi, Caleg DPR RI Partai Golkar Nomor Urut 2 Dapil Jakarta Timur, yang pada kertas suara Pemilu 2019 tercantum dengan nama “Erwin Ricardo, SE”. (
indonews)