Kabar Golkar

Beda Pilihan Dalam Pemilu? Santai Aja Gaes!

Oleh Kabar Golkar · · Kabar Nasional

Beda Pilihan Dalam Pemilu? Santai Aja Gaes!
Beda Pilihan Dalam Pemilu? Santai Aja Gaes!
[caption id="attachment_19165" align="aligncenter" width="720"] ilustrasi (net)[/caption] kabargolkar.com - Pemilu serentak 2019 hanya menyisakan sekitar 12 pekan lagi. Pada 17 April 2019 nanti, para calon pemilih akan menetapkan pilihannya. Diharapkan tidak sampai menimbulkan gesekan yang berakibat terjadinya perpecahaan di masyarakat. Tapi apakah setiap kegiatan pemilihan, baik itu pemilihan legislatif, pemilihan presiden, pemilihan kepala daerah harus diiringi dengan ketakutan bahwa akan  terjadi keributan? Sampai kapan masyarakat akan menjadi dewasa? Yang paling mudah adalah bahwa semua ini adalah bagian dari demokrasi. Membuka ruang bagi perbedaan adalah makna dari demokrasi. Jadi masyarakat harus menyikapinya dengan bijak, dan santai saja!

Perbedaan dasar untuk saling memahami

Setiap ada perbedaan justru menjadi dasar di masyarakat untuk dapat memahami satu dengan lainnya. Sikap menghormati dan bertenggang-rasa ini penting untuk memperkokoh persaudaraan. Perbedaan pilihan calon presiden atau partai politik, atau pun kepala daerah harus disikapi dengan saling menghargai. Karena, perbedaan pilihan itu adalah suatu hal yang manusiawi. Beda pilihan itu sunnatullah. Jangan karena berbeda pilihan, masyarakat jadi saling ribut dan bertengkar antar teman, keluarga, bahkan ada yang sampai memutuskan tali silaturahmi.

Ingat, bangsa ini dibangun dari perbedaan

Walau baru kali ini pertama kalinya menyelenggarakan Pemilu serentak yang menggabungkan Pileg dan Pilpres, tapi sebenarnya pengalaman Indonesia berdemokrasi sudah lama. Bangsa Indonesia sudah ke sekian kalinya menyelenggarakan Pemilu. Baik pemilu legislatif (pileg) maupun pemilu presiden (pilpres). Kita harus mengingat, bahwa Indonesia terbentuk dari berbagai ragam suku bangsa. Jadi memang berbeda adalah hal wajar. Namun, para pendiri bangsa sudah berikrar setia untuk saling bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tapi satu. Negara ini kokoh berdiri hingga kini karena  saling menghargai perbedaan, baik dalam hal suku, ras, maupun keyakinan beragama.