Viral Tabloid Indonesia Barokah, TGB Angkat Bicara
Oleh Kabar Golkar · · Kabar Nasional
[caption id="attachment_19239" align="alignnone" width="800"]
Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar, M Zainul Majdi atau akrab disebut Tuan Guru Bajang (TGB) angkat bicara soal polemik Tabloid Indonesia Barokah yang santer dibicarakan. [foto: dok. KickNews][/caption]kabargolkar.com, JAKARTA - Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar, M Zainul Majdi atau akrab disebut Tuan Guru Bajang (TGB) angkat bicara soal polemik Tabloid Indonesia Barokah yang santer dibicarakan.
Seperti dilansir laman TribunWew, terkait Taloid Indonesia Barokah yang disebut berisi fitnah, TGB mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo justru yang menjadi korban penyebaran hoaks, Jumat (25/1).
Menurutnya, tim pendukung dan pemenangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin tak akan berkampanye menggunakan media hoaks seperti yang diduga dilakukan oleh tabloid tersebut.
TGB mengatakan Jokowi hingga keluarganya justru telah menjadi korban hoaks sudah sejak lama.
“Selama ini yang paling banyak menjadi korban hoaks kan Pak Jokowi. Tidak ada pemimpin yang sampai dicerca segala macam sampai kehormatannya, kehormatan keluarganya, tanpa dasar apa pun. Jadi Pak Jokowi menjadi korban hoaks sudah lama sekali," ujar TGB.
TGB kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melakukan kampanye negatif dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
"Oleh karena itu, terbangun kesadaran teman-teman yang bersama Pak Jokowi bahwa kita enggak akan menempuh hal-hal seperti itu."
"Kita kampanye positif dan selalu menyampaikan kinerja dan visi ke depan dan apa yang sudah dilakukan.”
Ia berharap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) segera dapat menangkap pelaku dan menyelesaikan soal media penyebar hoaks Tabloid Indonesia Barokah.
“Silakan, itu ranahnya Bawaslu. Semua lembaga yang diberi kewenangan agar bisa bekerja sesuai kewenangan,” tandasnya.
Sementara itu diberitakan Kompas.com, Komisioner Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo mengungkapkan, bahwa Tabloid Indonesia Barokah tidak mempunyai kantor, Jumat (25/1).
"Sudah ditelusuri. Kantornya tidak ada," kata Dewi melalui pesan singkat.
Ratna Dewi menjelaskan, pihaknya belum menerima laporan terkait peredaran majalah yang dianggap sebagai dugaan pelanggaran Pemilu itu.
Namun, Ratna Dewi menyatakan pihak Bawaslu telah bekerja sama dengan penegak hukum apabila ke depannya ditemukan indikasi pidana pada Tabloid Indonesia Barokah.
Tak hanya dengan pihak penegak hukum, Bawaslu juga telah bekerja sama dengan kantor pos dan takmir masjid untuk menghentikan peredaran Tabloid Indonesia Barokah.
"Jajaran kami sudah koordinasi dengan pihak pos dan saat ini pihak pos menahan tidak mengedarkan. Juga kepada takmir-takmir (pengurus) masjid," ucap Ratna Dewi.
Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar, M Zainul Majdi atau akrab disebut Tuan Guru Bajang (TGB) angkat bicara soal polemik Tabloid Indonesia Barokah yang santer dibicarakan. [foto: dok. KickNews][/caption]kabargolkar.com, JAKARTA - Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar, M Zainul Majdi atau akrab disebut Tuan Guru Bajang (TGB) angkat bicara soal polemik Tabloid Indonesia Barokah yang santer dibicarakan.
Seperti dilansir laman TribunWew, terkait Taloid Indonesia Barokah yang disebut berisi fitnah, TGB mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo justru yang menjadi korban penyebaran hoaks, Jumat (25/1).
Menurutnya, tim pendukung dan pemenangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin tak akan berkampanye menggunakan media hoaks seperti yang diduga dilakukan oleh tabloid tersebut.
TGB mengatakan Jokowi hingga keluarganya justru telah menjadi korban hoaks sudah sejak lama.
“Selama ini yang paling banyak menjadi korban hoaks kan Pak Jokowi. Tidak ada pemimpin yang sampai dicerca segala macam sampai kehormatannya, kehormatan keluarganya, tanpa dasar apa pun. Jadi Pak Jokowi menjadi korban hoaks sudah lama sekali," ujar TGB.
TGB kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melakukan kampanye negatif dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
"Oleh karena itu, terbangun kesadaran teman-teman yang bersama Pak Jokowi bahwa kita enggak akan menempuh hal-hal seperti itu."
"Kita kampanye positif dan selalu menyampaikan kinerja dan visi ke depan dan apa yang sudah dilakukan.”
Ia berharap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) segera dapat menangkap pelaku dan menyelesaikan soal media penyebar hoaks Tabloid Indonesia Barokah.
“Silakan, itu ranahnya Bawaslu. Semua lembaga yang diberi kewenangan agar bisa bekerja sesuai kewenangan,” tandasnya.
Sementara itu diberitakan Kompas.com, Komisioner Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo mengungkapkan, bahwa Tabloid Indonesia Barokah tidak mempunyai kantor, Jumat (25/1).
"Sudah ditelusuri. Kantornya tidak ada," kata Dewi melalui pesan singkat.
Ratna Dewi menjelaskan, pihaknya belum menerima laporan terkait peredaran majalah yang dianggap sebagai dugaan pelanggaran Pemilu itu.
Namun, Ratna Dewi menyatakan pihak Bawaslu telah bekerja sama dengan penegak hukum apabila ke depannya ditemukan indikasi pidana pada Tabloid Indonesia Barokah.
Tak hanya dengan pihak penegak hukum, Bawaslu juga telah bekerja sama dengan kantor pos dan takmir masjid untuk menghentikan peredaran Tabloid Indonesia Barokah.
"Jajaran kami sudah koordinasi dengan pihak pos dan saat ini pihak pos menahan tidak mengedarkan. Juga kepada takmir-takmir (pengurus) masjid," ucap Ratna Dewi.