Hadiri Perayaan Imlek, Ini Pesan Bamsoet ke WNI Tionghoa
Kabar Golkar 07 Februari 2019
idul fitri, denting lonceng saat natal, maupun heningnya suasana saat Nyepi, semuanya merupakan keragaman bangsa Indonesia. Tidak ada bangsa di dunia ini yang bisa seberadab bangsa Indonesia dalam menyikapi kemajemukan. Kita senantiasanya bersatu dalam naungan kedamaian NKRI," terang Bamsoet.
Atas dasar hal itulah, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menilai bangsa Indonesia patut berterimakasih kepada mantan Presiden Republik Indonesia ke-4, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Gus Dur telah menyingkirkan awan gelap yang bukan hanya telah mengisolasi etnis Tionghoa saja, melainkan juga turut membelenggu bangsa Indonesia sekian puluh tahun lamanya.
"Dengan adanya payung hukum terhadap perayaan Imlek, ini menandakan pula terbukanya kesempatan kepada seluruh etnis TIonghoa untuk lebih bisa mengabdikan diri kepada bangsa dan negara Indonesia. Baik itu melalui jalur sosial, ekonomi, maupun politik. Mari bersatu pada membangun Indonesia, tanah tumpah darah kita bersama," pungkas Bamsoet. [*]
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.