[caption id="attachment_20501" align="alignnone" width="719"]

Reza Hadi Kurniawan, Caleg millenial Partai Golkar ini menepis tuduhan kepada kaum muda dengan turun langsung memberikan pendidikan politik kepada warga di Dapilnya. [foto: istimewa][/caption]
kabargolkar.com, LUMAJANG - Sedikitnya keterwakilan generasi muda di parlemen pada dasarnya tidak terlepas dari stigma masyarakat terutama para orang tua mengenai anak muda yang belum cakap untuk jadi wakil mereka.
Masyarakat pun menilai generasi muda masih minim pengalaman, sehingga nantinya ketika duduk sebagai wakil rakyat akan diragukan kemampuannya.
Reza Hadi Kurniawan, Caleg millenial Partai Golkar ini menepis tuduhan kepada kaum muda dengan turun langsung memberikan pendidikan politik kepada warga di Dapilnya. Reza menilai, selama ini masyarakat sudah melihat negatif tanpa memberikan kesempatan kepada anak muda.
"
Mindset masyarakat ketika anak muda maju itu sudah dipandang belum waktunya lah, tidak cakap lah, belum punya pengalaman yang cukup lah. Hal seperti itu yang sering saya temui ketika saya turun di Dapil. Namun, ketika saya membuktikan dengan turun langsung dan memberikan pemahaman kepada mereka, stigma tersebut langsung terbantahkan. Berangkat dari situ mulai banyak kepercayaan yang muncul kepada generasi muda terutama di Lumajang ini," tutur Caleg Partai Golkar nomor urut 12 Dapil 1 Kota Lumajang ini.
Reza pun melihat, selama ini anggota dewan di daerahnya banyak diisi orang lama sehingga kurang luwes dalam menampung aspirasi pemuda Lumajang. Selain itu, pembangunan di wilayahnya pun sangat minim karena kurangnya komunikasi anggota DPRD dengan masyarakat di Dapil mereka.
"Hingga kini pembangunan di sejumlah desa kami pun masih sangat kurang, banyak jalan yang rusak, walaupun pemerintah desa kini sudah memiliki Anggaran Dana Desa (ADD) namun pada dasarnya anggaran tersebut belum cukup untuk membangun semuanya. Nah, di sisi lain legislator punya dana Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas), namun hingga kini beberapa desa di wilayah kami pun belum merasakan bantuan Jasmas tersebut," ungkap alumni Ilmu Politik Universitas Brawijaya tersebut.
Caleg yang kini maju mewakili wilayah Lumajang, Sukodono, Jatiroto, Tekung, dan Sumbersuko tersebut berharap, dengan majunya dia sebagai Calon Anggota Legislatif dapat membawa kemajuan bagi pembangunan desa, di mana dengan memaksimalkan dana Jasmas tersebut, Reza dapat memberikan bantuan untuk pembangunan di desa disamping adanya Dana Desa.
"Harapan saya nantinya dana Jasmas tersebut bisa meng-
cover pembangunan di desa dalam bentuk apapun. Di samping itu dengan majunya saya sebagai caleg, bisa menampung aspirasi pemuda dan memberdayakan para pemuda Lumajang sesuai minat dan bakat mereka. Apalagi sekarang ini sudah memasuki era digital, hari ini adalah dunia bagi generasi muda yang belum dapat dipahami oleh para orang tua," paparnya
Ditambahkannya, maka dari itu keluwesan dan kecakapan untuk menghadapi dan menyalurkan aspirasi pemuda Lumajang hari ini sangat dibutuhkan.
"Jangan jadikan jabatan sebagai sebuah pekerjaan, melainkan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Lumajang," pungkas Reza. [tim liputan]