Muhammad Ishak, salah satu Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Golkar Dapil 2 Makassar. [foto: tribuntimur][/caption]kabargolkar.com, MAKASSAR – Muhammad Ishak, salah satu Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Golkar Dapil 2 Makassar. Jauh sebelum ia memberanikan diri maju dalam pentas demokrasi tahun ini, Ishak sudah aktif di pendampingan sosial kemasyarakatan.
Salah satunya adalah memberikan beasiswa subsidi biaya bimbingan belajar bagi para pelajar golongan menengah ke bawah yang memiliki minat belajar yang tinggi agar terus belajar untuk menggapai impian mereka.
“Beasiswa tersebut sebagai bentuk pengabdiannya dalam sektor pendidikan yang bertujuan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dan keberlajutan pendidikan pelajar, serta mahasiswa yang berprestasi akademik,” ungkap Ishak yang juga sahabat 47, Selasa, 19 Februari 2019.
Salah satu visi Ishak, memang lebih terfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengabdian dalam bidang pendidikan. Melalui program Beasiswa Pendidikan yang di kemas dalam program “Road to University” ini, ia optimis mampu mendulang suara di kalangan pemilih milenial tahun ini.
“Road to University adalah program beasiswa untuk membantu para pelajar yang memiliki semangat belajar tinggi namun terbentur pada aspek biaya,” papar Ishak.
“Beasiswa Pendidikan akan di mulai dengan program subsidi Biaya Bimbingan Belajar pada salah satu Lembaga Bimbingan Belajar yang di tunjuk. Memberikan pendampingan agar para pelajar mampu tembus di berbagai PTN (Perguruan Tinggi Negeri) terbaik yang ada di seluruh Indonesia,” tambah Ishak.
Jika nantinya dirinya terpilih, Muhammad Ishak berkomitmen tetap menjalankan program tersebut dan membentuk tim khusus untuk menjalankan program Beasiswa tahap 2 berupa Beasiswa Kuliah.
“Tentunya dengan mekanisme yang jelas dan target yang tegas,” kata Ishak.
Ishak-pun menyadari bahwa program Beasiswa pendidikan bukanlah sesuatu yang baru. Banyak tokoh nasional sudah menjalankan hal yang sama dan itu tidak patut untuk dipersaingkan melainkan harus diapresiasi setinggi tingginya.
Muhammad Ishak mengapresiasi untuk program beasiswa yang di gagas oleh Tamsil Linrung yang bernama beasiswa 47. “Selama itu untuk kemajuan pendidikan, maka kita wajib saling bersinergi satu sama lain,” tutup Ishak. [pojoksatu]